SUARAUTARA.COM, Buol – Tensi politik yang mulai menghangat di Kabupaten Buol menjadikan para tokoh yang bermunculan mulai menunjukkan pengaruhnya ditengah-tengah publik.
Hanya saja, saling klaim rekomendasi parpol pada helatan pilkada belakangan ini cukup berpotensi patah hati.
Hal itu diungkapkan koordinator Front Pemuda Peduli Pembangunan Buol (FP3B) Arlan Rahman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebutkan, deklarasi dukungan bahkan klaim perolehan rekom pada helatan pilbup di Kabupaten Buol dianggap terlalu dini.
Sebab, tahapan yang berlangsung sesuai peraturan KPU Nomor 2 tahun 2024, juga masih jauh. Khawatirnya, kondisi itu malah berbuah kekecewaan.
’’Jadi begini, obral klaim rekom pilkada saat ini, itu masih berpotensi patah hati,’’ ungkap ketua PRIMA Buol ini, kepada media ini, Kamis (9/5/2024).
Aktivis jalanan ini menambahkan, berapa pun parpol yang diajak deklarasi sekarang ini tidak menjamin keberpihakan partai pada helatan oilkada serentak 27 November mendatang.
Sebab, dukungan yang terjadi masih tersirat dan di tingkat daerah, belum mewakili ketua umum parpol pusat yang saat ini masih dinilai cukup dinamis lantaran belum ada rekomendasi legal yang dikeluarkan.
’’Berapa pun parpol yang diajak deklarasi saat ini, sangat berpotensi mengingkari janji. Masalahnya rekom yang legal adalah yang redaksinya menyebutkan pasangan bukan dukungan personal. Jadi dengan kata lain, parpol sangat berpotensi untuk mengingkari janjinya,’’ terangnya.
Menurut Arlan, melihat pengalaman pilkada di Bumi Pogogul beberapa decade silam, bukan tidak mungkin kondisi itu terulang kembali tahun ini. Sebelumnya ada potensi berpalingnya dukungan parpol lantaran berbagai pertimbangan.
Tak sekadar terkait elektabilitas, melainkan ada dugaan nilai yang ditawarkan. Itu tak lepas masih adanya dugaan transaksional politik.
Bahkan beberapa poros yang saat ini tengah hangat, juga masih ada potensi sekedar jual beli nilai tawar.
’’Bisa jadi tidak maju, asal nilainya cocok. Karena paling utama adalah tarung nilai. 80 persen menentukan (pemberian rekom) itu,’’ tegasnya.
Diketahui saat ini Kalangan parpol diketahui masih melakukan konsolidasi internal hingga koordinasi dengan pengurus pusat. Saat ini tiket utuh dan surat tugas partai hanya diperoleh Golkar pada ketua DPD II Abdullah Batalipu.
Sehingga menjadikan partai ini bisa secara mandiri mengusung calon bupati pada Pilkada serentak November mendatang. Partai Golkar yang hanya mendapatkan dua kursi haru berkoalisi pada Pilkada Buol mendatang. [uchan]






















