SUARAUTARA, BUOL – Berdasarkan laporan pemerintah kelurahan kumaligon, jumlah masyarakat yang terdampak banjir maupun tanah longsor yang diakibatkan intensitas curah hujan meningkat pada Minggu (3/3/2023) dini hari itu, diperkirakan berjumlah 74 kepala keluarga yang terbagi atas 3 lingkungan.

Dari pantauan awak media, hingga pukul 10.30 wita, situasu dan kondisi masyarakat masih tetap aman dan ada upaya pemerintah memberikan motivasi dan spirit kepada masyarakat yang terdampak di tenda dapur umum dan pengunsian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“ Sampai saat ini di kumaligon masih terpantau aman, namun ada beberapa masyarakat kehilangan tempat tinggal hanyut dibawah arus banjir bandang, jadi kami Pemerintah Bersama jajaran membangun tenda pengunsian dan dapur umum,” kata Masdanto H. Mokodompis, S.IP, Lurah Kumaligo saat dihubungi suarautara.com, Minggu (3/3/2024).
Masdanto juga menambahkan, pihaknya saat ini medirikan tenda dapur umum dan pengunsiang warga terdampak untuk meminimalisir adanya banjir susulan mengingat cuaca saat ini tak menentu.
“sementara kami juga menerima keluhan masyarakat yang tidak bisa mandi karena tidak adanya ketersediaan air besih. masyarakat sangat membutuhkan air bersih, jadi mengharapkan keapada pemda dalam hal ini dinas teknis untuk menyuplai air bersih,”tandasnya.
Untuk kejadian di longsor dan hanyutnya rumah warga di kelurahan Kumaligon, Pemda Buol dalam hal ini Pj Bupati sudah memerintahkan dinas terkait untuk segera menanganinya secepat mungkin.
“saya sudah memerintahkan pihak-pihak terkait Pemda untuk mendirikan Posko Siaga Bencana,” tutup Muchlis, Minggu (3/3/2024), kepada suarautara saat dihubungi.*ucan

























