Ketua LMND NTB Ajak Masyarakat Telisik Kebenaran Potongan Bidik Misi di Universitas Teknologi Sumbawa

Minggu, 28 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Afdhol Ilhamsyah
Ketua Wilayah LMND NTB.

Afdhol Ilhamsyah Ketua Wilayah LMND NTB.

SUARAUTARA.COM, SUMBAWA – Tepat pada tanggal 6 Mei 2023, adalah hari upacara wisuda dari salah satu perguruan tinggi di Sumbawa bernaung di Yayasan Dea Mas yang didirikan oleh Dr H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2018-2023 dari Partai Keadilan Sejahtera), ysng saat ini yayasan itu diketuai istrinya sendiri, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yakni Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).

Kampus UTS, menjadi sasaran pengunjuk rasa, terdapat sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di kampus itu terkait dugaan pemotongan beasiswa bidik misi sebesar 1, 2 juta setiap semesternya oleh pihak rektorat.

Unjuk rasa tersebut tergabung dari beberapa mahasiswa di Sumbawa yang menuntut agar hak mahasiswa di kembalikan, yakni hak atas beasiswa bidik misi yang diduga di potong pihak kampus seperti yang diberitakan salah media online “Suara Rakyat NTB”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Afdhol Ilhamsyah Ketua Wilayah LMND NTB menceritakan kronologis dimana, pada saat pelaksanaan Wisuda di kampus UTS dirinya mendapatkan informasi dari salah satu orang tua Wisudawan terkait dugaan pemotongan tersebut.

” Kebetulan juga hari itu, setelah upacara wisuda selesai, saya yang kebetulan juga wisudawan hari itu, mendapat selebaran dari salah seorang keluarga wisudawan yang sedang menunggu di halaman area hotel. Saya lihat ada banyak selebaran kertas dipegang banyak orang, lantas saya minta untuk saya baca. Dalam selebaran tertulis beberapa persoalan yang terjadi dalam kampus UTS. Salah satunya adalah tentang praktek yang diduga Pungutan Liar (PungLi) yang dilakukan oleh kampus. Dugaan Pungli yang dimaksud adalah terjadi pemotongan beasiswa bidik misi,” ungkapnya.

” Dalam berita dan selebaran yang saya baca, pemotongan ini terjadi sejak angkatan tahun 2016 hingga angkatan tahun 2019. Pemotongan bidik misi ini bernominal 600 ribu hingga 1,2 JT. Tertulis juga, bahwa pemotongan itu terjadi selama 8 kali alias 8 semester. Maka jika dikalkulasi angkanya cukup fantastis. Saya yakin mahasiswa penerima beasiswa bidik misi jumlahnya puluhan orang bahkan ratusan orang per-angkatan. Sehingga kalau di hitung kasar Jumlah total penerima sejak angkatan 2016-2019 dikalikan 1,2 JT dikalikan 8 semester, bisa capai milyaran,” terangnya.

Ia menambahkan, jika apa yang telah terjadi Ini sangat berbahaya bagi masa depan pendidikan di Sumbawa, Sebab erat kaitannya dengan moralitas suatu lembaga baik yayasan maupun perguruan tinggi, Juga produk dari lembaga itu sendiri yang kurang memberi perhatian tentang pendidikan.

” Menurut saya ini perlu jadi atensi semua pihak. Terutama para orang tua atau yang memiliki keluarga yang sedang berkuliah di UTS. Atau yang akan berkuliah. Kita perlu mengupas isu ini dengan beberapa pertanyaan misalnya. Apakah benar terjadi praktek pemotongan beasiswa Bidikmisi yang bersumber dari APBN ?, Apa alasan pemotongan tersebut ?, Apakah wajib atau sifatnya sumbangan ?, Dan kalau itu sumbangan apakah harus dipatok 1,2 JT ?, Apa dasar hukumnya potongan tersebut ?, Apakah tidak melanggar ketentuan atau peraturan kementerian pendidikan ? Artinya pengelolaan keuangan di suatu lembaga pendidikan yang bersumber dari APBN harus benar-benar transparan, sehingga penyelenggaraan pendidikan juga benar-benar berkualitas dan produk atau lulusannya berkualitas secara moral pula,” tegasnya.

Ia pun berharap dan mengajak seluruh masyarakat untuk menelisik dan mendiskusikan untuk mendapatkan kejelasan tentang pengelolaan bidik misi di kampus Universitas Teknologi Sumbawa. Baik orang tua atau wali mahasiswa, Organisasi Kepemudaan, Kepolisian, Legislatif dan Eksekutif di daerah, LSM, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta masyarakat Sumbawa pada umumnya.

“Kedepannya pengelolaan lembaga pendidikan dapat kita awasi secara bersama-sama,” tandasnya.

 

(Agung TR)

Berita Terkait

Kapolres Situbondo dan Kasat Polairud Raih Penghargaan “Africa Van Java Awards 2026” 
Masyarakat Tanah Kaili Sambut Penuh Kehormatan Kapolda Baru Brigjen Pol Nasri Ucapkan Terima Kasih kepada Irjen Pol (Purn) Endi Sutendi
Kajari Banggai Diwakili Kasi Intel Yadi Kurniawan Hadiri Upacara Harkitnas ke 118 Dipimpin Wabup Furqanuddin
Wabup Furqanuddin Pimpin Upacara Harkitnas ke 118 di Banggai Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Digital
PWI Pusat Tetapkan Marthen Selamet Susanto sebagai Sekjen dalam Susunan Baru Pengurus Harian
Antisipasi El Nino 2026, Polda Sumatera Selatan Perkuat Mitigasi Karhutla Bersama Divhumas Polri Demi Ketahanan Nasional
Wakili Kajari Hadiri Panen Raya Jagung di Toili Kasi Intel Kejari Banggai Apresiasi Semangat Petani Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kapolsek Lamala Iptu I Wayan Sukarman Langsung Konsolidasi Internal Usai Sertijab

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:06 WITA

Kapolres Situbondo dan Kasat Polairud Raih Penghargaan “Africa Van Java Awards 2026” 

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:18 WITA

Masyarakat Tanah Kaili Sambut Penuh Kehormatan Kapolda Baru Brigjen Pol Nasri Ucapkan Terima Kasih kepada Irjen Pol (Purn) Endi Sutendi

Kamis, 21 Mei 2026 - 02:14 WITA

Kajari Banggai Diwakili Kasi Intel Yadi Kurniawan Hadiri Upacara Harkitnas ke 118 Dipimpin Wabup Furqanuddin

Kamis, 21 Mei 2026 - 01:55 WITA

Wabup Furqanuddin Pimpin Upacara Harkitnas ke 118 di Banggai Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Digital

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:11 WITA

PWI Pusat Tetapkan Marthen Selamet Susanto sebagai Sekjen dalam Susunan Baru Pengurus Harian

Berita Terbaru