Minimnya Anggaran Sosialisasi, Penanganan Stunting di Buol Lambat

Selasa, 9 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN BUOL – Angka Stunting di kabupaten Buol dalam dua tahun terakahir mengalami kenaikan yang signifikan dari 12 provinsi satu kota di Sulawesi di tengah.

Kabupaten Buol menempati urutan teratas melebihi 30 persen setelah kabupaten sigi, hal ini di sebabkan karena perhatian Pemerintah kabupaten Buol bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) mengalami kebuntuan alias kutang efektif dalam menangani masalah tersebut.

Minimnya anggaran sosialisasi dari Pemkab Buol dan kegiatan kepada masyarakat utamanya yang berdomisili di pedesaan tidak terjangkau secara keseluruhan

“ Saya dari Provinsi akan menata kembali kelemahan kita dalam menangani stunting di Buol,” ujar Tenny AC Serinton bagian BKKBN Provinsi Sulteng kepada sejumlah wartawan usai kegiatan Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Stunting di Dinas Kesehatan kabupaten buol Senin (8/5/2023).

Ia menyebutkan naiknya kasus stunting di Buol dikarenakan faktor minimnya anggaran dari pemerintah, juga di sebabkan pola masyarakat itu tidak teratur seperti tingginya angka kehamilan dan anak yang sulit di laksanakan serta pernikahan yang belum layak untuk jalani rumah tangga, pola hidup sehat dan makan tidak teratur serta usapan gizi pada anak yang kurang karena faktor ekonomi yang lemah dan kebiasaan hidup masyarakat lainnya yang sulit hilang.

“Tahun ini kita akan berupaya semaksimal mungkin agar stunting di Buol bisa turun,” ujar Tenny.

Semantara itu Camat Bokat Moh Iksan Mangge Memaprkan ada Tiga desa Duamayo, Poongan dan Tang perlu perhatian serius oleh pemerintah kabupaten terutama Dinas Tehnis yang menangani kasus ini sebab beberapa faktor penyebabnya masih adanya angka kemiskinan, pola hidup yang tidak teratur dan sumber daya masyarakat yang belum paham terkait masalah tersebut sehingga di butuhkan perhatian Pemkab Buol dan OPD dalam menurunkan angka stunting di 3 desa itu yang berkisar 20-25 persen.

“Kalau pemerintah serius menangani masalah ini kami yakin angka stunting akan mengalami penurunan yang signifikan utamanya dalam hal bantuan Asupan Gizi pada anak-anak, perlunya sosialisasi penanganan kesehatan hingga ke desa-desa pedalaman yang ada di kabupaten Buol,” tuturnya. (RedSU)

Berita Terkait

Open Turnamen Banggai Bersaudara Piala Panglima TNI Resmi Dibuka Semarak HUT ke 81 TNI di Banggai
Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Suntara Wisnu Kunker ke Banggai dan Balut Perkuat Sinergitas TNI-Pemda
Kementan RI Dinas TPHP Banggai dan AKPY-BPDP-Ditjenbun Dorong Kompetensi SDM Tingkatkan Produktivitas TBS Pekebun
Kodim 1308/LB Dukung dan Kawal Pembagian Air Pertanian di Masama Petani Sepakati Giliran Lima Hari
Putusan MA Final Tanjung Sari Pasti Digusur..? Peran dan Kewenangan Satgas PKA Dipertanyakan
Kontrak Politik dan Putusan MA Jadi Dilema Gubernur Sulteng Nasib Warga Tanjung Sari Disorot Publik
Rapat Persiapan MTQ XXIII Bangkep TNI Siap Dukung Pengamanan Pelaksanaan di Totikum Selatan
Dugaan Mahar Alsintan Rp150 Juta Mencuat Mentan Amran Minta Kapolresta Banggai Usut Tuntas

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 01:24 WITA

Open Turnamen Banggai Bersaudara Piala Panglima TNI Resmi Dibuka Semarak HUT ke 81 TNI di Banggai

Rabu, 16 September 2026 - 00:55 WITA

Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Suntara Wisnu Kunker ke Banggai dan Balut Perkuat Sinergitas TNI-Pemda

Selasa, 15 September 2026 - 23:09 WITA

Kementan RI Dinas TPHP Banggai dan AKPY-BPDP-Ditjenbun Dorong Kompetensi SDM Tingkatkan Produktivitas TBS Pekebun

Selasa, 15 September 2026 - 20:45 WITA

Kodim 1308/LB Dukung dan Kawal Pembagian Air Pertanian di Masama Petani Sepakati Giliran Lima Hari

Selasa, 15 September 2026 - 13:29 WITA

Putusan MA Final Tanjung Sari Pasti Digusur..? Peran dan Kewenangan Satgas PKA Dipertanyakan

Berita Terbaru