SUARAUTARA, (Buol) – Menanggapi pemberitaan di salah satu media online yang mneyoroti kondisi jalan desa rusak parah tepatnya jalan di kompleks perumahan kepala desa Lintidu Agus Abjulu langsung diklarifikasinya.

Diamana menurut Agus soal kondisi jalan menuju kediamannya sudah menjadi perhatian khsusus oleh pemerintah desa, dan sudah dibahas pada beberapa musyawarah desa, karna terkendala ketersediaan anggaran yang harus lebih dulu mempriotitaskan penanganan Covid-19 baik bantuan lansung tunai (BLT) dan ketahanan pangan, sehingga pemdes menunda pengalokasian anggaran untuk membangun jalan tersebut yang diperkirakan sepanjang 800 Meter dan bisa menelan anggaran 300juta hingga 400juta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ Soal jalan menuju kediaman saya itu memang kondisinya rusak akibat diterjang banjir kiriman dari pegunungan beberapa waktu lalu, memang kita sudah rencanakan masuk dalam APBDes dua tahun lalu, tetapi anggarannya tidak mencukupi karena harus berbagi dengan anggaran penanganan covid, BLT dan ketahanan pangan jadi selalu tertunda karena regulasi ini yang sudah masuk tahun keiga, siapa yang tak mau jalannya bagus, tapi kita bangun bukan hanya fisik saja, tapi ada program lainnya yang juga menjadi prioritas, jadi semua bertahap tidak segampang itu, ” ungkap Agus Abdjulu kepada suarautara, Jum’at (24/6/2022).
Ia menambahkan, untuk rencana pembangunan jalan tersebut sudah 2 perwakilan DPRD Buol saat melakukan kunjungan kerja dan kegiatan resesnya di desa Lintidu yakni dari Fraksi Golkar Woldy Punu dan Fraksi PDIP Ahmad Takuloe,SH, sudah juga diusulkan dalam pokok pikiran Anleg serta Musrembang dan Alhamdulillah masuk pada perencanaan pembangunan tahun 2023.

Reses Aleg DPRD Buol Woldi Punu dari Fraksi Partai Golkar
“ Untuk jalan yang menuju kediaman saya sudah ditinjau langsung 2 perwakilan DPRD Waktu reses, di Musrembang kami sudah usulkan dan alhamdulilah masuk perencanaan 2023.” Tukasnya.
Rpg






















