SUARAUTARA, (MUARA ENIM) – Program pembagunan fisik pekerjaan jalan setapak rabat beton yang menelan anggaran ratusan juta rupiah di desa Tebing Abang kecamatan Semende Darat Tengah kabupaten Muara Enim mulai dikeluhkan warga karena pekerjaaanya diduga dikerjakan asal jadi.
Dimana, pembangunan rabat beton dengan panjang 295 meter, lebar 0,75 meter dengan ketebalan 0,15 meter yang berlokasi di ataran tebat listrik Desa Tebing Abang itu menelan anggaran Rp 109.400.000,- dari program dana desa tahun 2022 dikerjaan asal jadi.
Selain itu, program dana desa menelan anggaran yang tidak sedikit itu pembangunannya hanya untuk kepentingan masyarakat desa, baik untuk akses jalan pertanian seharusnya pekerjaannya lebih ditingkatkan dan sesuai dengan harapan serta keinginan masyarakat agar dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari pantauan media ini, pada kamis (16/06/22), kondisi jalan rabat beton menuju persawahan ataran Tebat listrik di desa Tebing Abang ini terlihat dikerjakan asal jadi dan diduga tidak sesuai dengan SPEC, pekerjaan pengecoran pun diduga tidak di aduk memakai mesin molen.
Menurut masyarakat setempat yang enggan di sebut namanya, kepada media ini mengatakan sangat menyanyangkan pembagunan jalan rabat beton itu, apalagi menelan anggaran yang tidak sedikit.
“ Sungguh disayangkan pembagunan fasilitas untuk kepentingan masyarakat tapi pembangunannya asal jadi, Kepada desa juga terkesan membiarkan proses pekerjaannya dan tak pernah mengontrol kegiatan pembangunan itu,” jelasnya.
“ Bagaimana bangunan bisa tahan lama jika kita tidak menggunakan material setandar COR, material yang digunakan bukan lagi Sfelit atau koral melainkan ukurannya sangat besar sudah sama seperti batu kali dan campuran cornya sangat amburadul,” imbuhnya.
Dengan kejadian diatas, dirinya berharap kepada pihak terkait dalam hal ini pihak PMD kecamatan, Dinas PMD Kabupaten Muara Enim, Inspektora, Kejari Muara Enim, serta tim ahli agar segera melakukan kroscek dilapangan serta memberikan teguran terkait pekerjaan fisik dana desa tahun 2022 di desa Tebing Abang.
Dari hasil investigasi dan temuan di lapangan ditemukan bahan meterial batu kali umumnya, bukan batu koral untuk bahan cor beton dan teknis pengerjaannya diduga tidak sesuai dengan kegiatan yang tertuang pada papan proyek.
Saat upaya konfirmasi kepada langsung dan meminta keterangan kesalah satu Angota TPK ( Tim Pelaksana Kegiatan ) SARIP, Ia mengatakan soal batu kali yang dipakai itu hanya campurannya.
“ Batu besar itu hanya campurannya saja, ada juga batu kecil yang gunakan juga, ” ungkapnya kepada mesia ini, Jum’at (16/6/2022).
Upaya konfirmassi juga dilakukan awak media ini langsung ke kepala desa Tebing Abang Umarlin terkait hasil temuan dilokasi pembangunan Rabat Beton.
Kepada media ini, Umarlin membenarkannya, “ Iya benaar bahwa batu material Koral yang dipesan tapi stoknya habis, kalau kita paksakan pakai yang kecil-kecil pekerjaannya bisa terhenti karena tidak ada lagi stok material yang ada, ” bebernya.
[RUSSILIN]
























