SUARAUTARA.COM, Buol – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar terus melakukan evaluasi dan persiapan menyambut Pemilu 2024 nanti. Berbagai persiapan mulai dari database, KTA serta kepengurusan hingga ketingkat kabupaten, kecamatan hingga desa tengah dipersiapkan.
Berdasarkan instruksi dan hasil rapat internal bersama DPD I Golkar Sulteng di Kantor DPD I Palu beberapa waktu lalu, DPD II Golkar Buol diberi mandat untuk melakukan perbaikan SK kepengurusan hingga ke tingkat kecamatan untuk kepentingan konsolidasi menghadapi Pemilu 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“ Sesuai hasil rapat internal dengan DPD I pada pekan lalu, kami telah diberi mandat melakukan perbaikan SK kepengurusan hingga ke tingkat kecamatan untuk menyambut Pemilu 2024,” ucap ketua DPD II Golkar Buol H. Abdullah Batalipu,S.Sos,M.Si kepada media ini, Sabtu (28/5/2022).
Haji Boy sapaan akrabnya menambahkan, jika tak ada aral melintang, dipastikan hari ini, Minggu (29/5/2022) akan dilaksanakan rapat dimaksud yang akan dilaksanakan di Sekretariat DPD II Golkar Buol tepatnya di Bilangan jalan Leok I Kecamatan Biau Kabupaten Buol.
“ Insa Allah hari ini kita akan melaksanakan rapat evaluasi dengan beberapa agenda yang akan di bahas. Intinya kita diberi mandate untuk melakukan evaluasi dan perbaikan SK sampai di tingkat kecamatan yang ada” tutupnya.
Untuk diketahui, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan tidak menerima atau menolak pengajuan penggantian Ketua DPD II Golkar Kabupaten Buol oleh sekelompok kader dan pengurus Partai Golkar Kabupaten Buol pada beberapa waktu yang lalu.
Kisruh yang terjadi di tubuh partai Golkar Buol diawali dengan pengajuan pergantian Ketua DPD Golkar Buol tersebut dilakukan Sekretaris DPD Golkar Buol beserta sejumlah pengurus dengan membawa beberapa Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar di Buol.
Dari data dan informasi resmi yang diperoleh media ini mengungkapkan sedikitnya ada sejumlah PK pengurus DPD II yang saat ini dikantongi dan ikut terlibat dalam kudeta tersebut.
Editor : Ruslan Panigoro
























