Touna, SuaraUtara.com — Wadah atau perkumpulan yang diberi nama Solidaritas Pewarta Tojo Una-Una (SP Touna) resmi dibentuk sebagai ruang penyatu para jurnalis di Kabupaten Tojo Una-Una. Keberadaannya diharapkan menjadi forum untuk menyelaraskan berbagai isu yang berkembang dan mendiskusikannya secara terbuka serta transparan.
Admin Solidaritas Pewarta Touna, Bung Sam Asiku, mengatakan bahwa pembentukan SP Touna bertujuan untuk mempererat persaudaraan di kalangan insan pers, khususnya di wilayah Tojo Una-Una.
“Solidaritas Pewarta dibangun sebagai wadah pemersatu bagi media dan jurnalis di Tojo Una-Una,” tandas Bung Sam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, wadah ini bukan sekadar organisasi, tetapi simbol kebersamaan agar jurnalis tidak terkotak-kotak dan dapat saling mendukung dalam menjalankan tugasnya.
Mantan wartawan Nuansa Pos ini menambahkan, SP Touna diharapkan mampu mencegah perpecahan akibat perbedaan pendapat atau pandangan di antara para pewarta.
“Melalui Solidaritas Pewarta Touna, kita ingin membangun satu kesatuan yang kokoh dan kuat, mempererat hubungan kekeluargaan, serta menumbuhkan semangat saling mendukung antarjurnalis,” ujarnya.
Bung Sam juga menekankan pentingnya menjaga toleransi, baik di antara sesama pewarta maupun dengan masyarakat luas.
“Dengan bersatu, kita akan lebih kuat, kompak, dan solid. Yang terpenting, mari kita kedepankan semangat toleransi,” harapnya.
Ia menegaskan, terbentuknya SP Touna juga menjadi wujud kebersamaan dan kepedulian sesama profesi pers yang berpegang teguh pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Lex special tersebut menjadi pedoman utama dalam menjalankan kerja-kerja jurnalistik yang profesional.
“Mari kita satukan langkah dan kekuatan pewarta dalam mendukung program pemerintah, khususnya di Bumi Sivia Patuju, Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah,” tutup Bung Sam. [Agung]

























