Buol, Suarautara. Com — Warga Kelurahan Kali, khususnya di kawasan Jalan Padat, kini berada di titik jenuh. Memasuki hari keenam krisis air, pasokan dari PDAM Motanang Buol belum juga normal. Setiap pagi dan sore, keran warga tetap kering membuat aktivitas harian lumpuh total.
“Sudah enam hari air mati total di pagi dan sore hari. Mau mandi, masak, cuci baju semua susah,” keluh Ani, warga, dengan nada kesal. “Katanya mau diperbaiki, tapi sampai sekarang belum ada perubahan.”
Keluhan serupa datang dari Rahman, pedagang di Jalan Padat. Ia mengaku kehilangan pelanggan karena kesulitan menjaga kebersihan tempat usahanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami butuh air untuk bersih-bersih. Kalau terus begini, pelanggan bisa kabur,” ujarnya.
Sebelumnya, Plt Dirut PDAM Motanang Buol, ABdul Nasir,S.PdI kepada awak media saat dikonfirmasi menyebut dugaan adanya pipa tersumbat sebagai penyebab terganggunya aliran air. Namun warga menilai alasan itu tak lagi bisa diterima.
“Kami sudah bosan dengar alasan pipa tersendat. Yang kami butuhkan air, bukan janji,” tegas Ani.
Kondisi ini menambah panjang daftar keluhan terhadap pelayanan PDAM. Wilayah padat penduduk seperti Kali mestinya menjadi prioritas distribusi, apalagi dengan tingginya aktivitas ekonomi warga.
Masyarakat kini menuntut tindakan nyata dan cepat dari pihak PDAM serta perhatian serius dari Pemerintah Daerah Buol untuk mengevaluasi kinerja manajemen air bersih.
Jika kondisi tak kunjung membaik, sejumlah warga berencana menggelar aksi protes sebagai bentuk kekecewaan terhadap pelayanan PDAM Motanang.
“Kesabaran kami sudah di ujung tanduk,” tutup salah satu warga.
Saat dikonfirmasi pada,Plt Dirut PDAM Motanang,Abdul Nasir mengatakan pihaknya dalam hal ini tim teknis akan segera memperbaiki di lapangan, namun hingga saat ini keluhan warga itu belum juga dilakukan.
“ Pagi ini team tehnik mau turun dengan alat kompresor untuk penyedotan, kemungkinan ada sumbatan di jalur,”jelasnya dalam pesan singkat wastapp, Rabu (22/10/2025).
Diketahui, beberapa warga yang mengeluh dengan kondisi air tidak jalan terdapat di kompleks Bambu Kuning dan jalan padat sebelum pertigaan jalan Trans kali.(Red)

























