Tiga Wilayah Kecamatan di Buol Jadi Titik Rawan Banjir

Selasa, 17 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ismajaya, S.Sos,ketua KRB Kabupaten Buol

Ismajaya, S.Sos,ketua KRB Kabupaten Buol

KABUPATEN BUOL I SUARAUTARA – Bukan Indonesia namanya jika tidak disebut sebagai negara yang rawan bencana. Mayoritas bencana bersifat lokal, dan masyarakat akar rumput adalah komunitas yang paling banyak terkena dampak. Nyaris 90% lebih terkait dengan bencana hidrometeorologi, yaitu banjir yang menjadi peringkat pertama.

Ancaman bencana banjir bukan hanya fenomena alam ataupun karena sampah, tapi juga tata ruang. Sejauh apapun kesiapan yang sudah kita lakukan, kalau tata ruang tidak digarap dengan baik dapat menyebabkan masalah juga.

Begitu juga dengan wilayah kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), disaat musim penghujan datang, beberapa wilayah seperti di Kecamatan Tiloan, Momunu dan Bukal terus menjadi daerah rawan banjir setiap musim penghujan tiba.

Ismajaya, S.Sos, selaku ketua KRB Kabupaten Buol mengatakan Buol perlu Penerapan Forecast Action (FbA) pada Rabu (7/1/2023), kepada suarautara.com sedikit menjelaskan ada beberapa sektor di luar tata ruang yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak, dianataranya Masyarakat dan pemerintah daerah belum semua siap menghadapi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir bandang.

Tak hanya itu Menurut mantan ketua MAPALA Untad Palu, menambahkan Kurangnya perillaku adaptif dan kapasitas penanganan di masyarakat, Kurangnya aksi dini dalam respon banjir dan minimnya kesiapan, Prakiraan cuaca tidak cukup untuk mencegah dampak bencana, Forecast dari BMKG belum digunakan secara maksimal sebagai referensi dalam pengambilan keputusan aksi dini.

“ FBA (Forecast Based Early Action) merupakan upaya aksi dini (respon awal) bencana hidrometeorologi berbasis forecast (prakiraan) dampak akibat cuaca ekstrem untuk menyelamatkan jiwa, harta benda, aset, dan sumber penghidupan sebelum bencana terjadi,” tutur Jaya sapaan akrabnya diamini Direktur LPMS – KSDA Buol Eko Raat,S.Sos.

Untuk itu, Terkait dengan Program Aksi Antisipasi (Forecast – Based Action) Dampak Bencana Banjir Bagi Masyarakat di 3 (Tiga) Kecamatan (Kecamatan Tiloan, Kecamatan Momunu, dan Kecamatan Bukal) yang dilaksanakan oleh Yayasan Panorama Alam Lestari (YPAL) Poso bekerjasama dengan Lembaga Penguatan Masyarakat Sipil dan Konservasi Sumber Daya Alam (LPMS – KSDA) Buol dan di danai oleh CARITAS GERMANY serta didukung oleh BNPB dan BPBD Kab. Buol, dirinya sangat mendukung dan memberikan apresiasi penuh pada program kemanusiaan ini.

“Saya mengapresiasi respon cepat dan dukungan pemerintah daerah Buol, baik BPBD terutaman teman-teman di YPAL Poso dan LPMS-KSDA Buol yang turut mensukseskan program ini,” tutup mantan ketua GP Ansor Buol itu. [uchan]

Berita Terkait

Bupati Buol Hadir di Forum Pemda Berprestasi 2026, Ini Fokus yang Dibawa
Lebih dari 100 Titik Api di Buol, Bupati Tekankan Penanganan Tak Boleh Seremonial
Pemda Buol Ungkap Penyebab Antrean BBM di SPBU Kampung Bugis dan Kali
Bupati Buol Buka Pelatihan Vokasi, Peserta Diminta Fokus dan Kuasai Skill
Motif Batik Buol Diperkuat Hak Cipta, Bupati: Ini Identitas dan Kekayaan Budaya
Kekeringan dan Karhutla Mengancam, Pemkab Buol Mulai Siapkan Langkah Antisipasi
Kini Tak Perlu Bingung Cari Internet, WiFi Gratis Kominfo Hadir di Titik Pelayanan Buol
23 Jadi 18 Cabor, KONI Buol Perketat Persiapan Menuju Porprov X Sulteng

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 06:11 WITA

Bupati Buol Hadir di Forum Pemda Berprestasi 2026, Ini Fokus yang Dibawa

Kamis, 17 September 2026 - 18:12 WITA

Lebih dari 100 Titik Api di Buol, Bupati Tekankan Penanganan Tak Boleh Seremonial

Rabu, 16 September 2026 - 22:46 WITA

Pemda Buol Ungkap Penyebab Antrean BBM di SPBU Kampung Bugis dan Kali

Rabu, 16 September 2026 - 21:11 WITA

Bupati Buol Buka Pelatihan Vokasi, Peserta Diminta Fokus dan Kuasai Skill

Rabu, 16 September 2026 - 15:25 WITA

Motif Batik Buol Diperkuat Hak Cipta, Bupati: Ini Identitas dan Kekayaan Budaya

Berita Terbaru