SUARAUTARA.BMR – Perkembangan teknologi Internet dalam kehidupan sehari-hari memiliki dampak yang luar biasa positif di berbagai aspek kehidupan, termasuk juga di dalam dunia pendidikan.
Sistem pendidikan yang didukung dengan teknologi Internet telah menghasilkan metode pembelajaran jarak jauh yang dapat digunakan oleh pihak pengajar dan pelajar di sekolah. Oleh karena itu, saat ini Internet memiliki peran penting sebagai sarana penunjang perkembangan kualitas pendidikan di Indonesia.
Namun rupanya kecanggihan era digital di dunia pendidikan belum di rasakan oleh semua pengenyam pendidikan di negeri ini salah satunya adalah SMPN (Sekolah Menengah Pertama Negeri) Adow Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sekolah ini jaringan internet belum tersedia. Sehingga para guru dan siswa kesulitan dalam mengakses data untuk kepentingan pendidikan.
Hal ini di benarkan oleh Kepala SMPN Adow I nengah Kusuma Spd ketika bersua awak media ini di ruang kerjanya pada Selasa 10/08/2022.
” Saya khawatir tak adanya jaringan internet di sekolah kami akan berdampak pada rendahnya kualitas pendidikan dalam bidang komunikasi dan informasi.
kekurangan jaringan internet bisa membuat sekolah kami kalah bersaing dengan sekolah-sekolah lain khususnya di kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
“Ketiadaan jaringan internet sangat besar pengaruhnya dan menjadi kekurangan terbesar untuk bersaing dengan sekolah lain ,” ujar I Nengah.
I Nengah menyebut, jaringan internet sangat dibutuhkan di SMPN Adow, Kami memiliki 100 lebih siswa dan sekolah ini termasuk sekolah berprestasi. Tapi jika tak di dukung layanan internet kami kalah bersaing dengan sekolah lain.Saat ini kami hanya memanfaatkan jaringan WiFi penduduk jika mengakses data.
Karena di jaman digital seperti sekarang ini sekolah dituntut untuk memiliki jaringan internet baik guru maupun siswa/siswi.
Selain itu semua jaringan internet juga berfungsi sebagai alat komunikasi dan untuk memperbarui segala informasi tentang pendidikan,” ujar I Nengah.
I Nengah pun berharap pemerintah pusat dapat mendengar keluhan mereka dan segera menyediakan layanan internet di sekolahnya.*(Asko)






















