BUOL – SuaraUtara.com – Peristiwa tragis terjadi di wilayah pesisir Kabupaten Buol. Seorang anak laki-laki bernama Gatot (11), siswa SD Negeri 17 Biau, dilaporkan tewas setelah terseret ombak saat bermain di pinggir pantai kawasan Leok, Jumat (6/2/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu tengah bermain dan mandi bersama sejumlah temannya di tepi pantai. Namun nahas, ombak besar datang secara tiba-tiba dan menghantam korban hingga terseret ke arah tengah laut. Teman-teman korban sempat berusaha menolong, namun Gatot dengan cepat menghilang dari permukaan air.
Melihat kejadian tersebut, teman-teman korban langsung berlari memberitahukan orang tua korban yang tinggal di Kos Leok 2. Mendapat kabar tersebut, ibu korban langsung mengalami histeris dan segera menuju lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kejadian tragis ini terjadi sekitar pukul 13.00 WITA. Sejak saat itu, upaya pencarian besar-besaran langsung dilakukan oleh ratusan warga setempat, dibantu Tim Basarnas, BPBD Kabupaten Buol, serta unsur terkait lainnya.
Pencarian dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalak) BPBD Kabupaten Buol, Kahfi Marjuni, dengan menyisir area laut dan pesisir pantai menggunakan peralatan seadanya hingga alat pendukung pencarian.
Setelah lebih dari satu hari dilakukan pencarian tanpa henti, jasad korban akhirnya ditemukan pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 10.25 WITA. Korban ditemukan mengapung di laut dengan jarak kurang lebih 1 kilometer dari Pelabuhan Leok, atau dari titik awal korban dilaporkan hilang.
Selanjutnya, jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Kelurahan Buol. Suasana duka menyelimuti keluarga korban dan warga sekitar yang turut berbelasungkawa atas kejadian tersebut.
Pihak berwenang menyatakan akan terus melakukan pendalaman guna memastikan kronologi lengkap kejadian, sekaligus mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di wilayah pesisir, mengingat kondisi cuaca dan gelombang laut yang tidak menentu.* (Martinus)












