Rektor Untad Dinilai Kaku, PJS Sulteng : Kebijakan UKT Bisa Putuskan Masa Depan Mahasiswa

Jumat, 29 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palu, Suarautara. cqom– Ketua Dewan Pimpinan Daerah Pro Jurnalis Media Siber (DPD PJS) Sulawesi Tengah, Mohammad Sofyan, angkat suara terkait kebijakan Universitas Tadulako (Untad) yang menutup pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) tepat pada 15 Agustus 2025. Sofyan menilai sikap rektorat tersebut terlalu kaku dan tidak peka terhadap situasi ekonomi mahasiswa maupun orang tua di tengah kondisi bangsa yang sulit.

“Kami mendapat laporan langsung dari salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum Untad. Ia mencoba membayar UKT pada tanggal 15 malam, tapi sistem sudah menutup. Beberapa kali ia berupaya meminta kebijakan kepada birokrasi kampus, namun semuanya mental tanpa solusi,” ujar Sofyan, Jumat (29/8).

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya jurang komunikasi antara mahasiswa dengan pihak kampus. DPD PJS Sulteng, lanjut Sofyan, bahkan telah melayangkan surat resmi nomor : 012/DPD-PJS-Sulteng/VIII/2025 kepada birokrasi Untad untuk meminta data jumlah mahasiswa yang terlambat membayar UKT. Namun, hingga hari ini, tidak ada jawaban dari pihak kampus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini yang membuat kami gelisah. Di tengah situasi ekonomi rakyat yang sedang terpuruk, rektor Untad seharusnya membuka ruang kebijakan, bukan malah menutup peluang mahasiswa untuk melanjutkan kuliah hanya karena telat beberapa jam membayar UKT,” tegasnya.

Sofyan menilai kebijakan rektor Untad itu berpotensi memperburuk keadaan. Alih-alih memberi solusi, kebijakan yang kaku justru bisa menambah angka putus sekolah.

“Ini aneh. Pemerintah pusat sedang gencar mengurangi angka putus sekolah, tapi kebijakan rektor Untad justru kontraproduktif. Apakah rektor tidak melihat realitas bahwa banyak mahasiswa berasal dari keluarga dengan ekonomi pas-pasan? Bagaimana nasib mereka bila pintu kuliah ditutup hanya karena telat sehari atau bahkan beberapa jam?” ungkap Sofyan dengan nada tajam.

Sebagai organisasi profesi jurnalis, Sofyan mengakui PJS memang tidak memiliki otoritas untuk mencampuri urusan internal kampus. Namun, pihaknya memiliki tanggung jawab moral untuk bersuara karena ini menyangkut masa depan pendidikan generasi muda di Sulawesi Tengah.

“Rektor Untad harus turun dari menara gadingnya. Kebijakan pendidikan tidak boleh hanya dilihat dari kaca mata administratif, tapi juga dari sisi sosial dan kemanusiaan. Jangan biarkan aturan kaku memutus masa depan anak bangsa,” tutup Sofyan.***

Berita Terkait

Masyarakat Tanah Kaili Sambut Penuh Kehormatan Kapolda Baru Brigjen Pol Nasri Ucapkan Terima Kasih kepada Irjen Pol (Purn) Endi Sutendi
LBH Rakyat Desak Polisi Profesional Usut Dugaan Penghinaan Seorang Jurnalis oleh Pejabat
Syukuran HUT ke 44 Desa Lembah Kramat Berlangsung Meriah Camat Bambang Apresiasi Tingginya Semangat Gotong Royong Warga
NasDem Sulteng Desak Media Tempo Minta Maaf dan Sampaikan Sikap Resmi ke PWI
Wagub Sulteng Lepas Program “Berani Mudik Gratis”, Bantu Warga Pulang Kampung dengan Aman dan Nyaman
Relawan Sahabat Andhika Gelar Sahur On The Road, Hadirkan Senyum bagi Anak Yatim di Palu
Pemprov Sulteng Buka Program Berani Mudik Gratis, Pendaftaran Hingga 11 Maret 2026
Bukber Nambaso 2026, Pemprov Sulteng Siapkan 10 Ribu Porsi Gratis dan Edukasi Anti Narkoba untuk 5.700 Pelajar

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:18 WITA

Masyarakat Tanah Kaili Sambut Penuh Kehormatan Kapolda Baru Brigjen Pol Nasri Ucapkan Terima Kasih kepada Irjen Pol (Purn) Endi Sutendi

Jumat, 15 Mei 2026 - 23:09 WITA

LBH Rakyat Desak Polisi Profesional Usut Dugaan Penghinaan Seorang Jurnalis oleh Pejabat

Senin, 11 Mei 2026 - 08:21 WITA

Syukuran HUT ke 44 Desa Lembah Kramat Berlangsung Meriah Camat Bambang Apresiasi Tingginya Semangat Gotong Royong Warga

Rabu, 15 April 2026 - 15:24 WITA

NasDem Sulteng Desak Media Tempo Minta Maaf dan Sampaikan Sikap Resmi ke PWI

Senin, 16 Maret 2026 - 21:36 WITA

Wagub Sulteng Lepas Program “Berani Mudik Gratis”, Bantu Warga Pulang Kampung dengan Aman dan Nyaman

Berita Terbaru