Produksi Garam Tunnel Pantai Modangan Terus Naik, Pemkab Malang Siapkan Penambahan Fasilitas

Senin, 18 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

suarautara.com, Malang– Pemerintah Kabupaten Malang berencana menambah pengembangan garam tunnel di Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo setelah produksi garam di kawasan tersebut terus mengalami peningkatan signifikan. Saat ini produksi garam mencapai 8 ton per bulan dan seluruh hasil panen terserap pasar.

Bupati Malang HM Sanusi mengatakan tingginya permintaan pasar menjadi alasan utama pemerintah daerah mendorong perluasan area produksi garam tunnel di wilayah pesisir selatan Kabupaten Malang.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tahun depan akan kita kembangkan lagi supaya produksinya bisa dua kali lipat menjadi sekitar 16 ton per bulan,” ujar Sanusi usai panen garam tunnel di Pantai Modangan, Senin (18/5/2026).

 

Menurut Sanusi, perkembangan usaha garam tunnel di Desa Sumberoto mengalami lonjakan cukup pesat dibanding awal produksi beberapa tahun lalu. Selain kapasitas produksi meningkat, harga jual garam juga terus mengalami kenaikan.

“Awalnya harga garam hanya sekitar Rp1.500 per kilogram, kemudian naik menjadi Rp2.000 dan sekarang mencapai Rp3.000 per kilogram,” katanya.

Dengan produksi mencapai 8 ton per bulan, pendapatan yang diperoleh Pemerintah Desa Sumberoto kini mencapai sekitar Rp24 juta setiap bulan. Setelah dikurangi biaya operasional sekitar Rp4 juta, keuntungan bersih diperkirakan mencapai Rp20 juta per bulan.

“Penghasilannya sekarang cukup bagus karena biaya produksinya tidak terlalu besar,” tegas Sanusi.

Selain pengembangan tunnel, Pemkab Malang juga akan membantu perbaikan sarana penunjang produksi, termasuk pompa air laut dan instalasi listrik yang sempat dikeluhkan petani garam.

“Nanti kita bantu melalui hibah pemerintah daerah, termasuk kebutuhan listriknya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring menjelaskan Pantai Modangan saat ini menjadi salah satu sentra produksi garam terbesar di Kabupaten Malang.

Ia menyebut total terdapat 42 tunnel garam yang beroperasi di kawasan tersebut. Sebanyak 32 tunnel merupakan bantuan hibah dari Pemkab Malang, sedangkan 10 tunnel lainnya berasal dari bantuan APBN.

“Produksi garam di sini terus berkembang dan pasar masih sangat terbuka. Berapapun hasil produksinya saat ini semuanya terserap,” jelas Victor.

Victor mengakui beberapa hari terakhir sempat terjadi gangguan pada pompa penyedot air laut akibat endapan pasir yang terbawa ombak besar. Namun, pihaknya telah menyiapkan solusi teknis agar produksi garam tetap berjalan normal.

“Karena posisi pipa dekat pasir, saat ombak besar pasir ikut terangkat dan menyumbat aliran air. Ke depan akan kita lakukan pengeboran lebih masuk ke laut,” katanya.

Selain itu, Dinas Perikanan juga tengah mengembangkan penggunaan energi alternatif berbasis tenaga surya untuk mendukung operasional tunnel garam. Program tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan Universitas Narotama.

“Kami pernah bekerja sama dalam pengembangan solar cell untuk penyedotan air laut sehingga ke depan operasional produksi bisa lebih efisien,” ujar Victor.

Ia menambahkan, biaya pembangunan tunnel garam bervariasi. Untuk bantuan APBN, satu paket berisi 10 tunnel menelan anggaran sekitar Rp300 juta, sedangkan bantuan APBD sekitar Rp250 juta per paket.

Melihat tingginya potensi ekonomi garam tunnel di Pantai Modangan, kelompok petani garam berharap pemerintah terus menambah fasilitas produksi agar kapasitas panen semakin meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan pasar. (**)

 

 

Reporter: Ahmad Suseno

Berita Terkait

Dugaan Mahar Alsintan Rp150 Juta Mencuat Mentan Amran Minta Kapolresta Banggai Usut Tuntas
Petani Mengadu Soal Pupuk Bersubsidi Mentan Amran Copot Manajer Pupuk di Banggai
Bagikan Kebahagiaan Bersama 50 Anak Yatim Pertamina EP Donggi Matindok Catat 1,7 Juta Jam Kerja Selamat
PWI Pusat dan Provinsi Sulteng  Nyatakan 18 Wartawan Kompeten Sekaligus UKW di Banggai Resmi Berakhir
Sudah Tiga Hari BBM di Situbondo Langka, Harga Pertamax di Kios Tembus Rp 30 Ribu per Botol 
Putusan MA Telah Inkracht Ahli Waris Salim Albakar Siapkan Laporan ke PTUN hingga Bareskrim soal Sengketa Lahan Tanjung Sari
Bupati Banggai Amirudin Resmikan Kantor Desa Singkoyo Guna Peningkatan Kualitas Layanan Publik
Gandeng DSLNG Kaban BPBD Banggai Rifai Mahiwa Terus Perkuat Ketangguhan Bencana di Desa Uso ​

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 00:32 WITA

Dugaan Mahar Alsintan Rp150 Juta Mencuat Mentan Amran Minta Kapolresta Banggai Usut Tuntas

Jumat, 11 September 2026 - 20:49 WITA

Petani Mengadu Soal Pupuk Bersubsidi Mentan Amran Copot Manajer Pupuk di Banggai

Jumat, 11 September 2026 - 14:49 WITA

Bagikan Kebahagiaan Bersama 50 Anak Yatim Pertamina EP Donggi Matindok Catat 1,7 Juta Jam Kerja Selamat

Rabu, 9 September 2026 - 16:56 WITA

PWI Pusat dan Provinsi Sulteng  Nyatakan 18 Wartawan Kompeten Sekaligus UKW di Banggai Resmi Berakhir

Rabu, 9 September 2026 - 12:56 WITA

Sudah Tiga Hari BBM di Situbondo Langka, Harga Pertamax di Kios Tembus Rp 30 Ribu per Botol 

Berita Terbaru

Nasional

Jabatan Adalah Amanah yang Harus Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 12 Sep 2026 - 12:49 WITA