Produksi Film Dokumenter Ritual Hodo, Enam Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan BRIN, Dua Diantaranya Putra dan Putri Situnondo 

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Televisi dan Film, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Jember (UNEJ) saat memproduksi film

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Televisi dan Film, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Jember (UNEJ) saat memproduksi film "Hodo".

Suarautara. com, Buol -Sebuah film dokumenter yang berjudul “The Hodo Memanggil Langit Untuk Tanah” karya enam mahasiswa Program Studi (Prodi) Televisi dan Film, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Jember (UNEJ) berhasil meraih penghargaan dalam Program Akuisisi Pengetahuan Lokal Bentuk Karya Audiovisual Periode III Kelompok 3 Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

‎Dua dari enam mahasiswa tersebut, berasal dari Kabupaten Situbondo yakni Ghina Obadiah dan Muhammad Hesa Maulana. Dua mahasiswa asli Kabupaten Situbondo yang memiliki kedekatan langsung dengan tradisi ritual Hodo dan masyarakat Dusun Pariopo, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo itu membuat film dokumenter kearifan lokal asal Kabupaten Situbondo Ritual Hodo.

 

‎Penghargaan dari BRIN ini diumumkan resmi melalui surat elektronik yang diterima para kreator pekan ini menyampaikan bahwa film tersebut telah lolos tahapan seleksi, kurasi, dan penilaian yang dilakukan oleh Direktorat RMPI.

‎Karya film dokumenter kearifan lokal asal Kabupaten Situbondo Ritual Hodo ini, dinilai berhasil memvisualisasikan pengetahuan lokal secara kuat dan relevan bagi pengarsipan budaya nasional.

‎Program Akuisisi Pengetahuan Lokal BRIN ini merupakan agenda pemerintah untuk mendokumentasikan pengetahuan tradisional, budaya, serta praktik leluhur Nusantara. Karya yang terpilih dinilai memiliki signifikansi besar dalam memperkuat basis data pengetahuan nasional serta melestarikan warisan budaya adiluhung masyarakat setempat.

‎Film dokumenter yang mengangat Ritual Hodo, permohonan hujan kepada Allah SWT ini, merupakan tradisi masyarakat Dusun Pariopo, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Situbondo yang dilaksanakan turun menurun merupakan salah satu tradisi yang sampai saat ini dipertahankan.

‎Melalui pendekatan visual yang puitis dan riset lapangan yang mendalam, film ini dinilai mampu memperkenalkan tradisi yang selama ini jarang terdokumentasikan secara profesional. “Selaku Tim Riset, yang terlibat langsung dalam proses pendokumentasian tradisi Hodo menjadi pengalaman berharga bagi kami bersama tim,” kata Ghina Obadiah.

‎Tim, sambung Ghina Obadiah, turun langsung ke kampung, berdialog dengan tetua adat, dan menggali cerita-cerita yang selama ini hanya diwariskan secara lisan. “Sebagai warga Situbondo, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan tradisi Hodo tetap lestari dan tercatat dikenal generasi berikutnya,” ujar Ghina.

‎Sementara itu, Muhammad Hesa Maulana yang berperan sebagai Director of Photography (DOP), menuturkan bahwa pengambilan gambar ritual Hodo membutuhkan ketelitian dan rasa hormat yang mendalam terhadap tempat-tempat yang disakralkan oleh masyarakat setempat.

‎“Ritual Hodo memiliki atmosfer sakral. Saya harus menangkap momennya tanpa mengganggu jalannya upacara. Suasana permohonan hujan melalui ritual Hodo ini penuh dengan nilai-nilai mistis namun masuk akal. Contoh, ketika saya mengambil gambar ritual Hodo dari atas bukit, saya terjatuh,” jelas Muhammad Hesa Maulana yang akrab dipanggil Akong Hesa.

‎Atas jerih perih tim dalam memproduksi film dokumenter ini, kara Akong Hesa, akhirnya film ini diapresiasi oleh BRIN, ini bukan hanya kebanggaan bagi kami tim, tapi juga bentuk penghormatan untuk budaya Situbondo.

‎“Untuk itu, ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo yang ikut mendukung membuatan film ini, kepada Mas Agung dan Irwan yang telah membantu kami dalam melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat desa setempat serta tetua adat desa setempat dan pihak-pihak terkait lainnya yang telah membantu suksesnya pembuatan film The Hodo Memanggil Langit Untuk Tanah,” kata Akong Hesa.

‎Sutradara Film The Hodo, Naufal Falih Rabbani mengatakan, pencapaian tersebut membuktikan kemampuan mahasiswa dalam mengolah isu budaya menjadi karya audiovisual yang kuat, bermutu, dan bernilai bagi masyarakat luas.

‎“Keberhasilan film The Hodo Memanggil Langit Untuk Tanah tersebut tidak hanya membanggakan Universitas Jember, akan tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi masyarakat Situbondo. Tradisi Hodo kini terdokumentasikan dengan baik dan dapat menjadi sumber pengetahuan bagi generasi mendatang,” jelas Naufal Falih Rabbani.

‎Tim kreator, kata Naufal Falih Rabbani, berencana membawa film dokumenter ini ke berbagai festival film dan forum kebudayaan di tingkat nasional maupun internasional. Harapannya, tradisi Hodo dapat semakin dikenal dan dihargai sebagai salah satu kekayaan budaya Situbondo yang perlu dijaga kelestariannya.

‎Atas film dokumenter The Hodo tersebut, imbuh Naufal Falih Rabbani, BRIN memberikan insentif apresiasi sebesar Rp18 juta kepada para kreator atas terpilihnya film dokumenter The Hodo dalam program akuisisi.

‎Insentif tersebut diberikan diharapkan dapat menjadi dorongan para mahasiswa dan kreator muda terus menghasilkan karya berdampak, terutama dalam pelestarian pengetahuan lokal. (ANS)

Berita Terkait

TNI Hadir di Tengah Masyarakat, Sertu Yusup Maly Ajak Warga Benahi Jembatan di Dusun Krajan
Cegah Demam Berdarah, Babinsa Koramil 0823/05 Panarukan Bersama PKM dan Perangkat Desa Gelar Fogging  
Menakar Kompetensi Insan Pers Wartawan Banggai hingga Jambi Berkumpul di UKW PWI Parimo
Edukasi Hukum Sejak Bangku Sekolah Polsek Lamala  Wayan Sukarman Jalankan Program Polisi Peduli Pendidikan
Kapolresta Banggai Sambangi Pura Agung Padma Buana Warga Keluhkan Solar hingga Narkoba
Hariadi Bola Gerakkan Tim Dinsos Yudi Serahkan  Bantuan Bupati Banggai Langsung pada Korban Kebakaran Paisubuloli
Dukung Ketahanan Energi Nasional DSLNG Sabet Penghargaan Komersialisasi Gas Domestik dari SKK Migas
Menembus Keterisolasian Dinsos Banggai Bawa Bantuan Layanan Kesehatan hingga Pendataan Warga

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:54 WITA

TNI Hadir di Tengah Masyarakat, Sertu Yusup Maly Ajak Warga Benahi Jembatan di Dusun Krajan

Rabu, 4 November 2026 - 11:15 WITA

Cegah Demam Berdarah, Babinsa Koramil 0823/05 Panarukan Bersama PKM dan Perangkat Desa Gelar Fogging  

Selasa, 3 November 2026 - 23:37 WITA

Menakar Kompetensi Insan Pers Wartawan Banggai hingga Jambi Berkumpul di UKW PWI Parimo

Senin, 2 November 2026 - 15:22 WITA

Edukasi Hukum Sejak Bangku Sekolah Polsek Lamala  Wayan Sukarman Jalankan Program Polisi Peduli Pendidikan

Senin, 2 November 2026 - 13:59 WITA

Kapolresta Banggai Sambangi Pura Agung Padma Buana Warga Keluhkan Solar hingga Narkoba

Berita Terbaru