SUARAUTARA.COM,(BeritaDesa) BOLMONG– Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa Doloduo kecamatan Dumoga Barat yang di laksanakan hari kamis 21 april 2022 kemarin nyaris ricuh.
Pasalnya, sebagian nama KPM (kelompok penerima manfaat) diduga diganti oleh Pemdes Doloduo.
Adu argumen antara masyarakat penerima yang diganti namanya dengan pemdes Doloduo tak terkendalikan. Mereka mempertanyakan kebijakan pemdes Doloduo yang di nilai tak adil bahkan terkesan pilih kasih dalam merekrut nama-nama penerima BLT tahun ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu warga Doloduo yang minta namanya tak di publis kepada media ini mengungkapkan kekesalannya terhadap pemdes Doloduo bahkan secara blak-blakan dirinya berani adu argumen dengan sangadi Doloduo Ahmad Mokoagow.
” Saya termasuk penerima BLT sejak pemdes lama tetapi pada saat pencairan BLT kemarin nama-nama penerima di dusun 2 hanya 15 orang jumlah tersebut tak sesuai hasil musdes lalu. Kalau memang nama saya sudah di ganti bagi saya tidak masalah asalkan ganti dengan nama-nama yang layak menerima. Tetapi faktanya lain,ada warga masyarakat yang sudah sakit-sakitan, Janda-janda tua yang hidupnya memprihatinkan kenapa tidak di akomodir. Yang lebih memprihatinkan salah satu pegawai syar’i perempuan yang sudah tua rentah namanya tak di akomodir pada pencairan kemarin.
Sebaliknya nama-nama yang menerima BLT kemarin rata-rata orang mampu yang hidupnya berkecukupan punya mobil pribadi, bahkan salah satu penerima adalah pelaku usaha rentenir, “Beber sumber.
Lebih lanjut kata sumber pemdes doloduo beralasan bahwa penerima BLT tidak boleh menerima bantuan double seperti terdaftar di BST atau BPNT tapi nyatanya kemarin ada dua nama yang di akomodir padahal mereka terdaftar penerima bantuan BST dan BPNT, ” imbuhnya.
Sangadi doloduo ahmad mokoagow ketika di konfirmasi media ini lewat seluler membantah tuduhan warganya tersebut.
” Yang pertama saya katakan adalah oknum-oknum yang berkoar di medsos itu mereka tidak hadir di Musdes, Ada juga yang hadir tetapi mereka hanya diam dan tidak menyimak dan memahami hasil musdes tersebut.
Saya katakan bahwa penerima BLT di desa doloduo tidak ada pergantian KPM. Sesuai hasil keputusan Musdes pemdes doloduo di sepakati bahwa penerima BLT sebelumnya berjumlah 164 KPM, Kemudian agar regulasi 40 persen terpenuhi maka penerima BLT di desa doloduo berada di kisaran angka 123 KPM dan di bagi dua gelombang.
Gelombang pertama akan di salurkan mulai bulan januari sampai bulan juni dan gelombang kedua akan di salurkan bulan juni sampai bulan desember. Bahkan kita dapat plus jumlah angka penerima dari 164 menjadi 200 lebih KPM, ” ujar ahmad.
Terkait isue bahwa ada penerima BLT di sortir langsung oleh sangadi itu memang iya. Tetapi saya hanya memegang data yang lama dari pemdes sebelumnya yakni jumlah KPM BLT ada 164. Nah, Agar nama penerima tidak monoton dan hanya tertuju pada nama yang itu itu saja sehingga nama penerima tersebut saya verifikasi dari semua dusun.
Di situ saya verifikasi nama-nama KPM yang berhak menerima mulai dari lansia, para janda tua dan mana yang sering sakit sakitan, Jadi jika ada oknum yang mengatakan bahwa penerima BLT desa doloduo bermasalah sekali lagi saya katakan semua isue itu tidak benar, ” Tutup Ahmad.
Di ketahui penyaluran BLT dana desa di desa doloduo yang di laksanakan 21 april 2022 kemarin menuai aksi dan protes warga. Namun situasi tetap kondusif.*(Tim)
























