Buol – Pemerintah Kabupaten Buol menunjukkan kepedulian kemanusiaan dengan mengunjungi dan menjenguk 15 warga negara asing (WNA) asal Filipina yang tengah menjalani perawatan medis di RSUD Mokoyurli, setelah diselamatkan dari kondisi terombang-ambing di laut selama 13 hingga 14 hari.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati Buol bersama jajaran pemerintah daerah memberikan dukungan moral langsung kepada para korban, khususnya anak-anak dan perempuan yang terlihat mengalami luka bakar matahari (sunburn) pada wajah dan tubuh akibat paparan cuaca ekstrem di laut lepas.
Wakil Bupati Buol menegaskan bahwa aspek kemanusiaan menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam menangani peristiwa tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Buol, kami memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan medis yang layak serta tempat bernaung sementara yang aman. Nilai kemanusiaan adalah hal yang paling utama,” ujar Wabup Buol saat berada di RSUD Mokoyurli.
Apresiasi untuk Nelayan Penyelamat
Pemerintah Kabupaten Buol juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada nelayan lokal, khususnya Moh Rusman alias Cici, yang dengan sigap dan penuh keberanian menyelamatkan para korban di tengah laut.
“Tindakan kemanusiaan yang dilakukan nelayan kita patut diapresiasi setinggi-tingginya. Tanpa kepedulian mereka, keselamatan para korban belum tentu dapat terjamin,” tambahnya.
Kondisi Korban dan Penanganan Medis
Diketahui, dari total 15 WNA tersebut, terdiri atas 7 orang dewasa dan 8 anak-anak/balita. Saat ditemukan, seluruh korban dalam kondisi lemas, mengalami dehidrasi, serta kelaparan akibat kehabisan bekal selama berhari-hari di laut.
Pihak RSUD Mokoyurli memastikan seluruh korban menjalani pemeriksaan kesehatan secara intensif, termasuk pemantauan kondisi gizi, cairan tubuh, serta penanganan luka akibat paparan sinar matahari.
Koordinasi Lintas Instansi
Pemerintah Kabupaten Buol juga menyatakan telah melakukan koordinasi lintas instansi dengan pihak Imigrasi, TNI Angkatan Laut, serta Kepolisian guna proses pendataan dan penanganan lebih lanjut, termasuk rencana pemulangan para WNA ke negara asal melalui mekanisme resmi.
“Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan hukum dan tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan,” tegas Wabup Buol.
Kunjungan ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Buol dalam menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta kepedulian terhadap sesama, tanpa memandang kewarganegaraan.
(Diskominfo/red)












