SUARAUTARA.COM, Boltim – Pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dinilai sangat mengecewakan warga.
Pasalnya, salah satu keluarga pasien emergency menerima perlakuan kurang baik dan mengecewakan dari petugas saat membawa pasien anak yang tengah sakit.
Buruknya pelayanan tersebut disampaikan keluarga pasien, Pratiwi Mamonto tak lain warga Desa Motongkad Utara, Kecamatan Motongkad, Senin (31/01/2022).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pratiwi yang saat itu bersama keluarganya membawa keponakannya yang sedang sakit di Puskesman Tutuyan untuk meminta pertolongan akibat tingginya suhu tubuh keponakanannya.
Berharap mendapat pertolongan dari perawat Puskesmas, justru sebaliknya Pratiwi bersama keluarga dan keponakanya dibuat bingung atas pelayanan di Puskesmas yang memandang remeh pasien.
“Saya sampaikan tolong anak ini panas dan mata tinggi ini sudah kejang-kejang, kata perawat oh di Poli anak, setelah ke poli anak katanya ini bukan poli anak tapi tempat melahirkan, kata perawat kenapa anak itu mau melahirkan,” sesal Pratiwi, meniru ucapan perawat Puskesmas Tutuyan.
Dengan raut wajah kecewa, Pratiwi bersama keponakannya itu kemudian dibawa kembali ke UGD, namun setelah di UGD disuruh perawat kembali lagi ke klinik anak dan bertemu dokter.
“Pas ketemu dokter, dokter lihat dulu anak kami, kata dokter ke UGD saja, disitu kami naik pitan dan berontak lalu pergi ke Rumah Sakit Ratatotok,” kata Pratiwi kepada wartawan, Senin, malam.
Pihak keluarga pun sangat kecewa atas pelayanan yang ada di Puskesmas Tutuyan
Sementara itu, dokter Samosir saat dikonfirmasi wartawan media ini membenarkan kejadian tersebut. Ia pun menjelaskan kronologis pasien balita bersama keluarga yang diketahuinya.
Menurut dokter Samosir, pihaknya sudah menjalankan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP), karena sepanik apapun pasien, pihaknya harus tetap tenang, tidak boleh panik menerima pasien.
Ia pun menyesalkan pihak keluarga pasien yang sempat membuat status dan menyudutkan pihak Puskesmas Tutuyan di Sosial Media.
“Kalau menurut saya jangan lah seperti itu, kita sudah benar, saya bisa tantang sampai persidangkan pun saya siap bawa orang tuanya, kan saya yang memeriksa, karena gak mungkin diperiksa dalam keadaan berdiri,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Puskesmas Tutuyan, Judi Hartono saat dimintai keterangan terkait pelayanan Puskesmas Tutuyan mengaku tak berada di lokasi saat kejadian tersebut.
Namun begitu ia akan berupaya melakukan evaluasi jika memang kejadian itu benar-benar terjadi di Puskesmas Tutuyan.
“Saya akan tetap evaluasi, tidak mungkin tinggal diam, tetap kita akan tindak lanjuti, kita akan imbau lagi, lebih meningkatkan pelayanan lagi dan tidak terulang, karena pasiaen ini raja,” kata Hartono.
“Tetap saya akan coba untuk perbaikan dengan kejadian seperti ini, bagusnya jadi bahan evaluasi bagi saya dengan teman-teman supaya lebih meningkatkan kualitas pelayanan,” tambahnya.
(**)

























