Pelayanan Puskesmas Tutuyan Dikeluhkan Warga, Kapus Hartono : Saya Akan Evaluasi

Senin, 31 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTARA.COM, Boltim – Pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dinilai sangat mengecewakan warga.

Pasalnya, salah satu keluarga pasien emergency menerima perlakuan kurang baik dan mengecewakan dari petugas saat membawa pasien anak yang tengah sakit.

Buruknya pelayanan tersebut disampaikan keluarga pasien, Pratiwi Mamonto tak lain warga Desa Motongkad Utara, Kecamatan Motongkad, Senin (31/01/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pratiwi yang saat itu bersama keluarganya membawa keponakannya yang sedang sakit di Puskesman Tutuyan untuk meminta pertolongan akibat tingginya suhu tubuh keponakanannya.

Berharap mendapat pertolongan dari perawat Puskesmas, justru sebaliknya Pratiwi bersama keluarga dan keponakanya dibuat bingung atas pelayanan di Puskesmas yang memandang remeh pasien.

“Saya sampaikan tolong anak ini panas dan mata tinggi ini sudah kejang-kejang, kata perawat oh di Poli anak, setelah ke poli anak katanya ini bukan poli anak tapi tempat melahirkan, kata perawat kenapa anak itu mau melahirkan,” sesal Pratiwi, meniru ucapan perawat Puskesmas Tutuyan.

Dengan raut wajah kecewa, Pratiwi bersama keponakannya itu kemudian dibawa kembali ke UGD, namun setelah di UGD disuruh perawat kembali lagi ke klinik anak dan bertemu dokter.

“Pas ketemu dokter, dokter lihat dulu anak kami, kata dokter ke UGD saja, disitu kami naik pitan dan berontak lalu pergi ke Rumah Sakit Ratatotok,” kata Pratiwi kepada wartawan, Senin, malam.

Pihak keluarga pun sangat kecewa atas pelayanan yang ada di Puskesmas Tutuyan

Sementara itu, dokter Samosir saat dikonfirmasi wartawan media ini membenarkan kejadian tersebut. Ia pun menjelaskan kronologis pasien balita bersama keluarga yang diketahuinya.

Menurut dokter Samosir, pihaknya sudah menjalankan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP), karena sepanik apapun pasien, pihaknya harus tetap tenang, tidak boleh panik menerima pasien.

Ia pun menyesalkan pihak keluarga pasien yang sempat membuat status dan menyudutkan pihak Puskesmas Tutuyan di Sosial Media.

“Kalau menurut saya jangan lah seperti itu, kita sudah benar, saya bisa tantang sampai persidangkan pun saya siap bawa orang tuanya, kan saya yang memeriksa, karena gak mungkin diperiksa dalam keadaan berdiri,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Tutuyan, Judi Hartono saat dimintai keterangan terkait pelayanan Puskesmas Tutuyan mengaku tak berada di lokasi saat kejadian tersebut.

Namun begitu ia akan berupaya melakukan evaluasi jika memang kejadian itu benar-benar terjadi di Puskesmas Tutuyan.

“Saya akan tetap evaluasi, tidak mungkin tinggal diam, tetap kita akan tindak lanjuti, kita akan imbau lagi, lebih meningkatkan pelayanan lagi dan tidak terulang, karena pasiaen ini raja,” kata Hartono.

“Tetap saya akan coba untuk perbaikan  dengan kejadian seperti ini, bagusnya jadi bahan evaluasi bagi saya dengan teman-teman supaya lebih meningkatkan kualitas pelayanan,” tambahnya.

(**)

Berita Terkait

Kadis DPMD Banggai Hasan Baswan Sosialisasikan SayaPeDesa Hadirkan Narasumber Rastono Sumardi Digitalisasi Kunci Pelayanan Desa Cepat dan Transparan
Lindungi Maleo dari Kepunahan Kapolsek Balantak Ajak Warga Hentikan Perburuan Satwa Dilindungi
Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan Belum Tuntas Pelapor Desak Polres Parigi Moutong Berikan Kepastian Hukum
Kuasa Hukum Irfan Adenan Desak Kajari Parigi Moutong Segera Terbitkan Surat D 2 Minta Kepastian Hukum Eksekusi Putusan
TNI Bersama Pemkab Situbondo dan Ratusan Relawan Gelar Kerja Bhakti Bersihkan Kawasan Pelabuhan Lama Panarukan
Perkuat Karakter ASN, Pemda Buol Gandeng MUI Gelar Zikir dan Doa Bersama di Masjid Agung
Persiapan POPDA XXIV Sulteng 2026 di Buol Memasuki Tahap Akhir
Dua Warga Bondowoso Bawa Sajam, Polres Situbondo Menangkap dan Tetapkan Sebagai Tersangka

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:48 WITA

Kadis DPMD Banggai Hasan Baswan Sosialisasikan SayaPeDesa Hadirkan Narasumber Rastono Sumardi Digitalisasi Kunci Pelayanan Desa Cepat dan Transparan

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:16 WITA

Lindungi Maleo dari Kepunahan Kapolsek Balantak Ajak Warga Hentikan Perburuan Satwa Dilindungi

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:34 WITA

Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan Belum Tuntas Pelapor Desak Polres Parigi Moutong Berikan Kepastian Hukum

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:14 WITA

Kuasa Hukum Irfan Adenan Desak Kajari Parigi Moutong Segera Terbitkan Surat D 2 Minta Kepastian Hukum Eksekusi Putusan

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:10 WITA

Perkuat Karakter ASN, Pemda Buol Gandeng MUI Gelar Zikir dan Doa Bersama di Masjid Agung

Berita Terbaru