Suarautara.com, Banggai – Hasil uji tanding Sekolah Sepak Bola (SSB) Buana Nambo, Kabupaten Banggai, di Provinsi Gorontalo menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi para pemain muda.
Selain meraih hasil memuaskan, laga ini menjadi momen pertama saat bermain pada malam hari bagi anak-anak SSB Buana Nambo merasakan atmosfer pertandingan di luar daerah sekaligus menguji kemampuan teknik dan mental bertanding mereka.
Pengalaman tersebut dirasakan saat SSB Buana Nambo menghadapi tim tuan rumah SSB Limboto Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertandingan perdana digelar pada Selasa (27/01/2026) di Lapangan Sorgap Pone, wilayah Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, dengan wasit Rahmad Setiawan yang mengantongi lisensi Wasit C2.
Pada laga kategori U-12, SSB Buana Nambo tampil dominan dan menunjukkan kualitas permainan sepak bola usia dini yang solid. Enam gol berhasil dicetak melalui Vino (2 gol), Andika (2 gol), Ali (1 gol), dan Falen (1 gol).
Sementara SSB Limboto Barat hanya mampu membalas satu gol.
Penjaga gawang Clay juga tampil disiplin menjaga lini pertahanan. Skor akhir 6-1 menjadi bukti materi latihan yang diberikan pelatih mulai membuahkan hasil.
Sementara itu, pada pertandingan U-13, laga berlangsung sengit dan berakhir imbang 1-1. SSB Buana Nambo sempat tertinggal sebelum akhirnya Madun Sutaryo tampil sebagai pahlawan dengan mencetak gol penyeimbang di detik-detik akhir melalui tendangan di dalam kotak penalti.
Pelatih SSB Buana Nambo, Sumitro alias Bagong, menyampaikan rasa syukurnya atas hasil uji tanding tersebut.
Menurutnya, pertandingan ini menjadi ajang evaluasi sekaligus tolok ukur perkembangan pemain.
Alhamdulillah, progres anak-anak sudah kelihatan. Sentuhan awal, passing, dan support sudah mulai jalan.
Kami memang datang untuk menguji kemampuan, dan ternyata anak-anak masih bisa bersaing meskipun porsi latihan kami masih terbatas,” ujar Bagong.
Ia menambahkan, perbedaan postur dan usia pemain lawan juga menjadi tantangan tersendiri. Namun hal tersebut justru menjadi pembelajaran penting bagi anak-anak SSB Buana Nambo.
Rata-rata pemain yang kita lawan usianya sudah di atas 13 tahun dengan postur lebih tinggi, sementara di tim kita masih ada yang di bawah 12 tahun. Ini jadi pengalaman bagus. Fokus latihan kami tetap kembali ke dasar sepak bola, terutama passing dan sentuhan awal,” jelasnya.
Sementara itu, pemain sekaligus manajer SSB Limboto Barat, Roys Potale, yang juga dibantu oleh Rifai Gobel, menilai pertandingan persahabatan ini sangat positif bagi pembinaan sepak bola usia dini di kedua daerah.
Menurut saya, uji tanding seperti ini harus rutin dilakukan agar anak-anak mendapat banyak pengalaman bertanding. Ke depan, insya Allah kami siap melanjutkan silaturahmi ini,” ungkap Roys.
Lanjut roys juga memuji kualitas permainan SSB Buana Nambo yang dinilainya sudah memiliki pola dan koordinasi permainan yang baik, tak lepas dari peran pelatih yang berpengalaman.
Ia pun memastikan bahwa SSB Limboto Barat berencana melakukan kunjungan balasan ke Kabupaten Banggai untuk menggelar pertandingan persahabatan di Luwuk, rencana yang disambut baik oleh Pelatih Bagong sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.(AM’oks69)












