SUARAUTARA.COM, BOLTIM – Warga masyarakat yang ada di pesisir pantai Kecamatan Motongkad Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sulawesi Utara bersama-sama menolak keras masuknya PT. Alam Persada Kencana (PT APK) kewilayah itu untuk melakukan exploitasi pesisir pantai yang diduga kuat mengandung Mineral berupa Pasir Besi dan Emas.Demikian terungkap saat PT.APK melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat Motongkad yang difasilitasi langsung oleh Asisten I Pemkab Boltim, Priyamous bertempat di Balai Kecamatan Motongkad, Rabu (03/02/2022).
Dalam kesempatan itu masyarakat mengeluarkan unek-uneknya dihadapan pihak perusahaan dan Pemkab Boltim. Dimana warga menyebutkan apabila pihak perusahaan akan kelola pesisir pantai Motongkad, mungkin saat ini perusahaan memberikan janji-janji manisnya, tapi dikemudian hari bakal tidak memenuhi janjinya kepada masyarakat,” tegas warga yang meminta namanya tidak di publis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu juga, keberadaan PT. APK diduga bisa mengancam mata pencaharian warga dibeberapa desa yang beraktifitas sebagai penambang tradisional yakni desa Motongkad Selatan dan Desa Molobog.
“ Karena perusahaan jelas mempunyai izin sementara masyarakat tidak mengantongi izin, sehingga perusahaan bisa kapan saja mengusir masyarakat kapanpun mereka mau, bahkan kalau ada perlawanan atau masyarakat engan untuk menghentikan kegiatan, maka perusahaan bisa melaporkan kami ke pihak berwajib.” Jelasnya.
Baru explorasi saja perusahaan membutuhkan waktu dua tahun, nah untuk exploitasi sudah pasti puluhan tahun, trus masyarakat bisa gigit jari, ” ini namanya tikus mati dilumbung padi, dan masyarakat pribumi tergusur dengan keberadaan perusahaan tersebut,” ungkap warga.
Hadir dalam sosialisasi tersebut Ass I Pemkab Boltim, Camat Motongkad, kades Motongkad, Kades Motongkad Selatan, Kades Molobog, tokoh masyarakat dan penambang serta pihak perusahaan.(Rinto)

























