SUARAUTARA.COM, Buol – Kerinduan warga dusun Kalaka Desa Kokobuka kecamatan Tiloan Kabupaten Buol untuk dimekarkan menjadi sebuah desa devinitif tak terbendung lagi.
Dusun Kalaka merupakan satu-satunya wilayah paling sulit diakses di Kabupaten Buol, selain lokasinya jauh hingga menyusuri pegunungan dari Ibukota Kabupaten, daerah ini hanya bisa diakses dengan kendaraan roda dua.
Untuk menuju dusun Kalaka, jika menggunakan perjalanan darat sejauh sekitar 46 km dari pusat Kota Buol, medan yang dilalui pun bukan jalanan aspal mulus, warga setempat harus menyusuri wilayah pegunungan dengan jalan sempit dan berliku-liku dan harus menyeberangi sungai dengan menggunakan rakit tradisional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga dusun kalaka, Ruslan M. Gani didampingi Amir Murtado kepada awak media, Sabtu 15 Juli 2023, menuturkan kerinduan mereka dusun Kalaka untuk segera dimekarkan. Karena melihat fasilitas dan mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat terutama bagi anak-anak mereka bersekolah, maka upaya pemekaran harga mati.
“ Kami sangat berharap dusun kami segera dimekarkan, hal ini sangat penting untuk kemajuan dusun ini, mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama bagi anak-anak kami yang berangkat kesekolah setiap harinya harus naik rakit,” ungkap Ruslan.

Tak hanya itu, dari cerita kedua warga dusun itu, mereka berharap ada pembanguna jembatan yang akan dibangun sebagai penghubung serta mereka ingin mengembalikan Roh diawal mereka yang dijanjikan SP 6 Kalaka dan SP 7 Nanasan kelak menjadi sebuah desa defenitif.
Diketahui saat ini warga yang ada di dusun kalaka telah membentuk panitia pemekaran desa Kalaka seperti perjuangan 14 tahun silam.
Meski pada bulan desember tahun lalu, Penjabat Bupati Drs. Moh. Muchlis, MM, melakukan kunjungan kerja ke Dusun Kalaka, yang hingga kini masih terisolir oleh sebuah sungai, harapannya pada tahun ini juga dapat dimekarkan sehingga warga dusun Kalaka akan merasakan kemerataan pembangunan dengan program pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk kemerataan pembangunan di desa melalui dana desa, sehingga pembangunan di dusun Kalaka segera terwujud.
(Martinus Palebangan)

























