Limbah beracun TPA Kotamobagu Mengancam sungai Ongkag

Rabu, 18 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautara.com , Kotamobagu -Limbah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Kotamobagu, milik Pemerintah Kota Kotamobagu rupanya sekian lama telah mencemari Sungai Ongkag atau Sungai Inantagan yang melewati sejumlah desa di Kabupaten Bolmong sebelum ke pesisir pantai Inobonto.

Mengalirnya limbah cair dari tumpukan sampah di TPA Kotamobagu itu, terjadi setiap hujan turun mencuci ratusan ton sampah, mulai dari sampah organik, sampah plastik bahkan sampah bahan kimia di TPA, berubah jadi aliran air keruh kemudian mengalir ke Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berbatasan dengan lokasi TPA.

Pantauan wartawan suarautara.com Rabu 18 Juni 2025, Sore, yang turun langsung meliput dengan menggunakan Drone yang terbang di atas lokasi TPA Kotamobagu; limbah cair yang mengandung gas beracun mengalir bebas ke Sungai lantaran tembok pembatas antara TPA dan Sungai jebol.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan adanya tanggul sudah jebol Kondisi ini membuat ratusan ton kubik sampah yang menggunung tinggi berasal dari produksi masyarakat Kota Kotamobagu tiap hari diangkut oleh puluhan mobil sampah ke TPA, faktanya setiap hujan turun terjadi proses pencucian hingga rembesan air limbah mengalir bebas ke Sungai tanpa penghalang apapun.

Seharusnya rembesan air limbah masuk ke sejumlah bak-bak beton yang diketahui merupakan penampung rembesan air dari sampah yang kemudian setelah melewati beberapa proses akan diterbuang ke Sungai dengan kondisi netral, namun prosedur pengolahan limbah di TPA Kotamobagu ini tampaknya tidak lagi berfungsi.

Hal ini lantaran ratusan ton gundukan sampah yang membukit tampak lebih miring atau lebih dekat dengan sungai, membuat rembesan air limbah lebih mudah atau lebih dekat mengalir ke DAS Ongkag atau Sungai yang akrab disebut Inantagan.

Beberapa sumber yang berhasil di wawancarai di lokasi TPA Kotamobagu membenarkan bahwa kondisi tanggul penahan sampah sekaligus pembatas antara tumpukan sampah di TPA dengan Sungai, sudah jebol sejak lama.

“Sudah alam jebol tanggul pembatasnya namun yang baru dibangun ulang tanggulnya yang disebelah Selatan sedang tanggul disebelah Utara belum dibangun sehingga rembesan air dari sampah mengalir ke sungai,” ungkap sumber di lokasi TPA Kotamobagu.

Sumber lain juga menyebutkan, kondisi TPA yang sudah tidak ada lagi tanggul pembatas dengan Sungai rupanya sudah dikunjungi oleh Anggota DPRD Kota Kotamobagu yang datang melihat langsung kondisi TPA Kotamobagu di Kelurahan Mongkonai.

Sementara itu, upaya konfirmasi awak media kepada Pemkot Kotamobagu melalui Sekda Sofyan Mokoginta SH berupaya dikonfirmasi terkait dengan pencemaran lingkungan di Sungai yang berbatasan langsung dengan ratusan ton sampah di TPA, belum berhasil dihubungi.

Sementara itu, upaya konfirmasi awak media kepada Pemkot Kotamobagu melalui Sekda Sofyan Mokoginta SH berupaya dikonfirmasi terkait dengan pencemaran lingkungan di Sungai yang berbatasan langsung dengan ratusan ton sampah di TPA, belum berhasil dihubungi.

Di ketahui Sungai Inantagan atau Sungai Ongkag ini berasal dari kawasan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolmong yang melintas masuk di kawasan Kota Kotamobagu khususnya melewati lokasi TPA Kotamobagu milik Pemkot Kotamobagu di Kelurahan Mongkonai, kemudian sebelum tiba di pesisir pantai Inobonto, akan melewati Bendung PLTM Lobong dan sejumlah desa yang terdapat objek wisata alam DAS di Kabupaten Bolmong.( Alfian)

Berita Terkait

Lepas 60 Siswa TK Adhyaksa XL Kadisdikbud Syafrudin dan Kajari Akbar Tekankan Pendidikan Karakter Sejak Dini
SMP Negeri Mirqan Luwuk Selatan Resmi Hadir Usung Konsep Smart School untuk Wujudkan Banggai Cerdas
RUPS PT Banggai Energi Utama Setujui Dividen Tahun Buku 2025 Perkuat Tata Kelola Perusda
Inovasi Pelayanan Publik Tegas Bupati Amirudin Harus Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat
Saat Pimpin Rapat Persiapan GTRA 2026 Bupati Amirudin Tegaskan Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Masyarakat Banggai
Buka Diklat Koperasi Merah Putih Bupati Amirudin Dorong Digitalisasi dan Penguatan Ekonomi Desa
Klarifikasi Akun Fery Tap Terkait Laporan Camat Ampana Tete: Ada Kesalahpahaman Pesan
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Desa Buon Mandiri Polisi Lakukan Penyelidikan

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 01:09 WITA

Lepas 60 Siswa TK Adhyaksa XL Kadisdikbud Syafrudin dan Kajari Akbar Tekankan Pendidikan Karakter Sejak Dini

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:12 WITA

SMP Negeri Mirqan Luwuk Selatan Resmi Hadir Usung Konsep Smart School untuk Wujudkan Banggai Cerdas

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:45 WITA

RUPS PT Banggai Energi Utama Setujui Dividen Tahun Buku 2025 Perkuat Tata Kelola Perusda

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:29 WITA

Inovasi Pelayanan Publik Tegas Bupati Amirudin Harus Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:04 WITA

Saat Pimpin Rapat Persiapan GTRA 2026 Bupati Amirudin Tegaskan Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Masyarakat Banggai

Berita Terbaru