SUARAUTARA, Buol – Menanggapi isi pemberitaan di beberapa media online terkait kurang proaktifnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol terkait pencarian bocah korban hanyut di Muara sungai Buol ditanggapi langsung kepala BPBD Abdul Rasyid, S,Sos.
Menurut Abdul Rasyid mejelaskan yang pertama di fungsi BPBD dalam aturan itu tidak ada soal penanganan bencana soal atau penanganan orang hilang, hanya saja menurut Rasyid persoalan ini merupakan bencana social yang harus cepat di respon.
Pihaknya tak menapik jika ini soal bencana sosial soal orang hilang tidak masuk dalam SOP BPBD, namun pihaknya langsung merespon karena adanya laporan masyarakat dan Ibu Lurah Buol soal korban hanyut yang dinyatakan hilang, dan berkoordinasi dengan Basarnas Pos Tolitoli, sehingga Basarnas pada hari Rabu tepatnya juga Hari Ulang Tahun Daerah Buol, mereka sudah berada di Kabupaten Buol, dan kita di sini tidak ada Basarnas, sehingga mereka siap melakukan pencarian dengan tim gabunggan yang ada di lokasi kejadian tepatnya pada Rabu 12 Oktober 2022,” ungkap Abdul Rasyid, Jum’at 14 Oktober 2022, di Ruang kerjanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemudian Kaban Abdulrasyid menambahkan, terkait isu yang berkembang di Medsos dan pemberitaan, seharusnya berkoordinasi langsung kepada pihaknya terkait tudingan kurang aktifnya BPBD di lokasi pencarian korban hanyut itu.
“ pada saat kejadian dan pencarian tim di hari pertama itu bertepatan dengan Hut daerah yang harus kami hadiri, sehingga konsentrasi kami tidak fokus dan terjalin koordinasinya dengan tim pencarian. Namun demikian apa yang kami lakukan di tempat kejadian kami langsung berkoordinasi dengan pihak CCM menyangkut kewirausahaan, dan ada bantuan berupa minyak sedangkan untuk Dinas Sosial Kab Buol juga memberikan bantuan berupa Beras,” katanya.
Sedangkan untuk BPBD sendiri, karena ini adalah bencana social, maka kami memberikan bantua seadanya kepada pihak keluarga korban. “ Nah itu sudah kami lakukan,” kilahnya.
Masih Abdul Rasyid menjelaskan pihaknya bukan tidak proaktif atau lalai dengan hal ini, itu saya klarifikasi tidak benar adanya.
“ Saya kira ini social social dan jika kita berbicara aturan, kami mengajukan pendanaan yang selama ini terasumsi ke masyarakat ada dana BTT, tetapi kemudian regulasinya ini yang tidak ada di kami soal bencana penanganan orang hilang,” jelas Abdul Rasyid.
Diakhir penjelasannya, Abdul Rasyid menyebutkan saat ini kami menurunkan bantuan tim di lokasi kejadian dan buktinya kami turut memberikan bantuan kepada keluarga korban. Langka yang kami lakukan sekarang memantau lokasi kejadian.dan berupaya melakukan telaan staf soal dana bantuan tersebut, sehingga kami perlu berkoordiansi soal ini dan saat ini kita dalam masih dalam masa transisi.
Kami menghimbau kepada masyarat dan relawan kami tidak memiliki SOP soal orang hulang, tetapi kami mensuport dan antusian mencari korban karena ini soal social dan kami berupaya apa yang bisa kami lakukan,” pungkasnya.
Untuk diketahui hingga hari ini Jum’at 13 Oktober 2022 memasuki hari ketiga pencarian korban anak berusia 5 tahun yang saat ini tercatat sebagai anak TK di kelurahan Buol yang dinyatakan tenggelam di sungai kelurahan Buol Kabupaten Buol Sulawesi Tengah (Sulteng) dan belum juga di temukan.
Saat ini tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Pos Tolitoli, BPBD Buol, TNI, Polri dan relawan focus pada pecarian korban di muara sungai Buol tepatnya di Jembatan Buol.
Laporan : Ruslan Panigoro
























