Oleh: Akaha Taufan Aminudin
In memoriam: Budi Kabul
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pagi ini,
langit Kota Batu terasa lebih muram.
Kabut turun perlahan,
seakan ikut menyelimuti duka
atas berpulangnya seorang sahabat,
seorang anak negeri,
yang begitu mencintai kotanya.
Mas Budi Kabul,
engkau telah pulang
ke rumah yang paling abadi.
Jejak langkahmu
tak berhenti pada usia,
tak selesai pada perpisahan.
Ia tinggal dalam ingatan,
dalam kebaikan,
dalam senyum yang pernah kau berikan
kepada banyak orang.
Engkau datang ke dunia
dengan tangan terbuka,
menyapa siapa saja
dengan kehangatan dan ketulusan.
Kini,
engkau pergi dengan membawa
segala amal dan pengabdian,
meninggalkan cinta
yang akan terus dikenang.
Wali Kota Batu, Cak Nurochman,
dan Wakil Wali Kota Batu, Cak Heli Suyanto,
turut mengantarkan doa
dan penghormatan terakhir.
Karena kehilangan seseorang yang baik
selalu meninggalkan ruang sunyi
di hati banyak orang.
Namun kami percaya,
orang-orang baik tidak pernah benar-benar pergi.
Mereka hidup
dalam kenangan,
dalam teladan,
dan dalam doa-doa
yang terus dipanjatkan.
Selamat jalan, Mas Budi Kabul.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahmu,
mengampuni segala khilafmu,
melapangkan kuburmu,
dan menempatkanmu
di tempat terbaik di sisi-Nya.
Untuk keluarga yang ditinggalkan,
semoga diberi kekuatan,
kesabaran,
dan keikhlasan.
Karena setiap yang datang
akan kembali pulang.
Dan engkau telah pulang,
dalam keabadian cinta.
Al-Fatihah.
Batu, Juni 2026
Akaha Taufan Aminudin
https://www.facebook.com/share/r/1SKYWo2KD1/

























