HIMA-Mitra Desak Polisi Usut Tuntas Aksi Perusakan SPBU Tombatu

Sabtu, 2 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTARA.COM,Minahasa Tenggara — Insiden perusakan fasilitas di SPBU Tombatu yang terjadi pada Rabu malam, 30 Juli 2025, kembali menguak dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi di wilayah Minahasa Tenggara.

Dua nama mencuat sebagai dalang di balik kekacauan tersebut: Jhon alias Bulan dan atasannya yang dikenal dengan nama Soni. Keduanya kini tengah menjadi sorotan tajam publik, menyusul desakan keras dari Himpunan Mahasiswa Minahasa Tenggara (HIMA-Mitra).

Dalam pernyataan resminya, HIMA-Mitra menuntut agar Kepolisian Daerah Sulawesi Utara dan Polres Mitra segera mengambil tindakan hukum terhadap kedua individu tersebut, yang dinilai telah melanggar ketentuan dalam Undang-Undang tentang Minyak dan Gas Bumi.

Ketua HIMA-Mitra menegaskan bahwa tindakan Jhon, yang diduga kuat sebagai eksekutor di lapangan, tidak hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga merugikan hak masyarakat terhadap BBM bersubsidi.

“Jhon sebelumnya pernah berurusan dengan aparat karena kasus serupa, dan berjanji tidak akan mengulangi. Namun, faktanya dia kembali berulah. Kami mendapat informasi bahwa ia merasa aman karena dibekingi oleh oknum dari aparat,” ujar Ketua HIMA-Mitra dalam keterangan pers.

Praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi telah diatur secara tegas dalam beberapa peraturan, antara lain Pasal 55 UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang kemudian diperbarui melalui UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Sanksi pidana terhadap pelanggaran tersebut berupa hukuman penjara hingga 6 tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.

Selain itu, peraturan pemerintah lainnya seperti PP No. 36 Tahun 2004 dan Perpres No. 191 Tahun 2014, turut menegaskan larangan penimbunan, pengalihan, dan penyimpangan distribusi BBM bersubsidi, termasuk solar. HIMA-Mitra menganggap, selama aparat belum bertindak tegas, maka jaringan mafia solar akan terus merugikan negara dan masyarakat.

Menurut informasi lapangan, bos dari Jhon bukan berasal dari Minahasa Tenggara, melainkan dari wilayah Amurang. Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya jejaring distribusi ilegal yang lebih luas dari sekadar satu lokasi SPBU.

“Sudah saatnya aparat bertindak profesional. Jangan ada pembiaran terhadap praktik mafia BBM. Hukum harus ditegakkan secara adil dan transparan,” tutup Ketua HIMA-Mitra dengan tegas.(ara)

Berita Terkait

Menakar Kompetensi Insan Pers Wartawan Banggai hingga Jambi Berkumpul di UKW PWI Parimo
dr. Budi Nahkodai RSUD Mokoyurli, Bupati Buol Dorong Pembenahan
Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Bupati Buol Dorong Perubahan Birokrasi
BPBD Touna Operasikan Display Informasi Cuaca, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
Edukasi Hukum Sejak Bangku Sekolah Polsek Lamala  Wayan Sukarman Jalankan Program Polisi Peduli Pendidikan
Kapolresta Banggai Sambangi Pura Agung Padma Buana Warga Keluhkan Solar hingga Narkoba
Hariadi Bola Gerakkan Tim Dinsos Yudi Serahkan  Bantuan Bupati Banggai Langsung pada Korban Kebakaran Paisubuloli
Dukung Ketahanan Energi Nasional DSLNG Sabet Penghargaan Komersialisasi Gas Domestik dari SKK Migas

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 23:37 WITA

Menakar Kompetensi Insan Pers Wartawan Banggai hingga Jambi Berkumpul di UKW PWI Parimo

Selasa, 3 November 2026 - 18:08 WITA

dr. Budi Nahkodai RSUD Mokoyurli, Bupati Buol Dorong Pembenahan

Senin, 2 November 2026 - 18:24 WITA

Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Bupati Buol Dorong Perubahan Birokrasi

Senin, 2 November 2026 - 15:42 WITA

BPBD Touna Operasikan Display Informasi Cuaca, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Senin, 2 November 2026 - 13:59 WITA

Kapolresta Banggai Sambangi Pura Agung Padma Buana Warga Keluhkan Solar hingga Narkoba

Berita Terbaru

Kab.Buol

dr. Budi Nahkodai RSUD Mokoyurli, Bupati Buol Dorong Pembenahan

Selasa, 3 Nov 2026 - 18:08 WITA