SUARAUTARA.COM, Bolmong – Menjelang bulan suci Ramadan 1443 H, fenomena penjual bunga hias marak ditemui di pasar dan jalan-jalan di wilayah kotamobagu dan Boalaang Mongondow (Bolmong) Sulawesi Utara (sulut) dan Nyaris disetiap bahu jalan untuk meraup berkah keuntungan.

Bunga hias angre import yang dijual tak lain sebagai hiasan di atas meja untuk meberikan keindahan suasana ruang tamu saat menyambut perayaan idul fitri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“ Jenis bunga yang kami jual juga cukup variatif, dengan harga jual mulai 50ribu hingga ratusan ribu rupiah,” ucap Hata Hanafi Irma Flower asal Inobonto itu.

Papi sapaan akrabnya, mengaku telah beberapa hari menjajakan bunga hias melalui mobil pick up keliling.
Dia hanya satu kali dalam satu tahun, tepatnya menjelang bulan ramadhan dan mendekati hari raya idul fitri.
“Sudah mulai kemarin karyawan saya jual bunga dengan menggunakan mobil pick up berkeliling disetiap desa sini, hitung-hitung buat omzet tahunan,” kata Hata Hanafi saat ditemui dikediamannya, Sabtu (17/4/2022).
Meski tergolong ramai pembeli, namun Hata menganggap penjualan bunga Hias di tahun ini menurun, hasil penjualannya tak sebanyak 2021 lalu.
“Alhamdulillah berkah Ramadhan, kalau tahun kemarin saya bisa mendapat omzet hingga Rp 10 juta, namun tahun ini belum tau, beralasan hasilnya harus tetap disyukuri,” cetus Hata yang juga dikenal sebagai pengusaha EO Wedding.
sementara itu, Fikri salah satu karyawan Irma Flower itu kepda media ini mengatakan minat warga masyarakat Bolmong untuk bunga hias cukup tinggi. Meski harga penjualan relatif murah dan terjangkau, masih ada juga warga meminta harganya untuk diturunkan dari harga jual.
” Alhamdulillah kita bisa menjual rata-rata 10 hingga 50 buah bunga hias dengan berbagai jenisnya. dan sehari kita bisa mendapat omset 500ribu sampai 1juta dengan total waktu penjualan 4 samapi 5 jam saja pada saat bulan puasa ini,” tukas Fikri.(ucan)


























