Suarautara.com, Banggai – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Banggai, Abdul Salewo, bersama jajaran pengurus dan anggota mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Banggai untuk terus menjaga ketentraman dan kondusifitas lingkungan menjelang pelaksanaan bulan suci Ramadhan.
Ajakan tersebut disampaikan Abdul Salewo kepada awak media pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan ketenangan masyarakat di tengah maraknya isu-isu yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial serta memecah belah kehidupan bermasyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jangan sampai ada gerakan atau provokasi yang justru memecah belah kita sebagai masyarakat yang hidup berdampingan,” ujar Abdul.
Lebih lanjut, Abdul menegaskan bahwa GMNI sebagai organisasi mahasiswa nasionalis mendorong masyarakat agar tidak mudah terprovokasi.
Ia juga menyarankan apabila terdapat isu atau persoalan di tengah masyarakat, sebaiknya segera dicarikan solusi secara bersama agar tidak berkembang menjadi konflik.
Jika ada isu-isu yang beredar di masyarakat, sebaiknya segera disikapi dengan kepala dingin dan dicarikan solusi, sehingga potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini,” tegasnya.
Abdul Salewo menambahkan, GMNI Kabupaten Banggai selama ini aktif mengajak masyarakat untuk menjaga kondusifitas dan stabilitas daerah, serta memperkuat sinergi dengan aparat keamanan.
Hal ini sejalan dengan komitmen GMNI dalam memperkuat sinergitas antara pemuda, Polri, dan TNI demi menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, prinsip progresif revolusioner dan marhaenisme yang menjadi dasar perjuangan GMNI menempatkan organisasi sebagai mitra strategis pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga keharmonisan sosial.
Sebagai pengurus dan anggota GMNI, kita harus cerdas membaca situasi di lingkungan sekitar.
Dengan begitu, keamanan dan ketertiban dapat terjaga, karena kita adalah mitra pemerintah, Polri, dan TNI dalam menciptakan masyarakat Banggai yang aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.
(AM’oks69)












