BUOL – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Buol. Sebanyak enam putra-putri daerah resmi dinyatakan lulus wawancara dan menandatangani kontrak program magang ke Jepang setelah melewati proses seleksi ketat.
Kelulusan tersebut diumumkan pada 9 Februari 2026 oleh LPK SHIN Indonesia Sulawesi Tengah – TC Palu sebagai mitra pelaksana program. Hingga 12 Februari 2026, tercatat enam peserta asal Buol berhasil menembus tahap wawancara.
Adapun peserta yang dinyatakan lulus yakni:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Moh. Febrianto – Kelurahan Leok II
Moh. Erlangga Pratama Putra – Kelurahan Leok II
Agung Alfrits Malindra – Kelurahan Leok I
Dwi Ilsya Afifah I. Hi Ukum – Kelurahan Leok II
Nur Arifah A. Husain – Kelurahan Leok II
Muh. Sidik – Desa Tayadun
Program magang ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Buol melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buol bersama LPK SHIN Indonesia. Pelatihan dan pembinaan dilaksanakan sejak 13 Oktober 2025 di Satpel PVP Palu dengan total 15 peserta asal Buol mengikuti program intensif.
Utusan Khusus Bupati Buol, Jasri, menegaskan capaian ini menjadi kebanggaan sekaligus bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam membuka peluang kerja luar negeri secara legal, terarah, dan berkelanjutan.
“Enam orang telah lulus wawancara. Sembilan peserta lainnya masih terus mendapatkan penguatan agar dapat menyusul pada tahap berikutnya,” ujarnya.
Menariknya, seluruh proses pelatihan hingga persiapan keberangkatan difasilitasi penuh oleh Pemerintah Kabupaten Buol tanpa biaya dari peserta. Kebijakan ini menjadi bentuk investasi daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses kerja bagi generasi muda.
Pemerintah juga memastikan pendampingan administratif, kesiapan kesehatan, hingga koordinasi intensif dengan lembaga pelatihan guna menjamin peserta memenuhi standar keberangkatan internasional.
Program magang Jepang bukan sekadar membuka peluang kerja, tetapi juga menjadi sarana transfer ilmu, kedisiplinan, dan budaya kerja global. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal berharga saat para peserta kembali dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Keberhasilan enam peserta ini menjadi momentum penting bagi Buol dalam mencetak generasi muda yang berdaya saing global sekaligus mempertegas komitmen pemerintah daerah menyiapkan SDM unggul, adaptif, dan profesional.***






















