Disnakertrans Sulteng Buka Sidang Komprehensif Pengendalian Bahaya Besar di Kawasan IMIP

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautara.com,SULTENG-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah melalui Kepala UPT Wilayah II, Yaumi T. Baduddin, SE, mewakili Kepala Dinas, secara resmi membuka Sidang Komprehensif Pemaparan Dokumen Pengendalian Bahaya Besar (DPBB) bagi enam tenant di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Senin (20/04/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan, di antaranya Ketua Tim Kerja Pemeriksaan Norma K3 Muhammad Fertiaz, SKM, MKKK, Wakil Ketua Tim Kerja Pemeriksaan Norma Kesehatan Kerja Mety Puji Wartaianti, S.K.M, serta perwakilan Direktur Bina Pengujian K3, Waluyo, yang mengikuti secara daring. Turut hadir Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Morowali, pimpinan perusahaan tenant, serta perwakilan instansi terkait baik secara luring maupun daring.

Dalam sambutannya, Yaumi menegaskan bahwa industri pengolahan nikel merupakan sektor strategis dalam mendukung program hilirisasi sumber daya mineral dan transisi energi nasional. Namun demikian, sektor ini juga memiliki potensi bahaya besar yang harus dikelola secara serius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di balik potensi ekonomi yang besar, terdapat risiko tinggi yang berasal dari proses produksi, penggunaan bahan berbahaya, hingga instalasi bertekanan dan bersuhu ekstrem. Oleh karena itu, dokumen pengendalian bahaya besar menjadi sangat krusial,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa DPBB bukan sekadar bentuk kepatuhan terhadap regulasi, melainkan bukti komitmen perusahaan dalam mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko yang dapat mengancam keselamatan pekerja, masyarakat, serta lingkungan sekitar.

Menurutnya, sidang komprehensif ini menjadi forum penting untuk menguji kesiapan perusahaan dalam memetakan potensi bahaya, menyusun skenario tanggap darurat, merancang sistem pencegahan dan mitigasi yang terintegrasi, serta menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten.

Disnakertrans Sulteng juga memberikan apresiasi atas keseriusan perusahaan dalam menyusun dokumen tersebut. Meski demikian, Yaumi menekankan bahwa implementasi di lapangan menjadi hal yang paling penting.

“Dokumen ini adalah langkah awal. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana implementasinya menjadi budaya kerja dan dijalankan secara konsisten di level organisasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Dalam era industri berkelanjutan, pengendalian bahaya besar harus menjadi prioritas utama.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat sistem manajemen keselamatan, membangun budaya sadar risiko, serta memastikan seluruh pekerja dapat bekerja dengan aman dan kembali ke rumah dengan selamat.

Sidang komprehensif ini melibatkan tenant PT Lestari Smelter Indonesia (LSI), PT Ocean Sky Metal Industry (OSMI), PT Bukit Smelter Indonesia (BSI), PT Walsin Nickel Industrial Indonesia (WNII), PT Cahaya Smelter Indonesia (CSI), dan PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI).

Mengakhiri sambutannya, Yaumi secara resmi membuka sidang dengan harapan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, objektif, serta memberikan hasil terbaik bagi keselamatan dan keberlanjutan industri di kawasan IMIP.

Marwan

Berita Terkait

Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Kabupaten Poso Kunjungi Desa Baleura
Diduga Nikah di Bawah Tangan, Anggota Polres Touna Bantah Hadir di Pernikahan Anaknya
Ditemani Senja Pantai Kilo Lima, Hadianto Rasyid Berbagi Pesan Inspiratif tentang Pelayanan Publik
Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Buol Gandeng PIP Kemenkeu untuk Pembiayaan Sektor Produktif
Akselerasi Pembangunan Sekolah Rakyat, Pemkab Buol Kantongi Rekomendasi dari Sekjen Kemensos RI
Sinergi TNI dan Masyarakat Bersihkan Sungai Bughentang dalam Gerakan Nasional Asri
Dorong Pariwisata Bahari, KUPP Luwuk dan Pemkab Banggai Sosialisasikan Operasional Kapal Wisata Teluk Lalong
Optimalkan Pajak Daerah, Gubernur Sulteng Wajibkan Kendaraan Tambang dan Proyek Pakai Plat DN

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:31 WITA

Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Kabupaten Poso Kunjungi Desa Baleura

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:39 WITA

Diduga Nikah di Bawah Tangan, Anggota Polres Touna Bantah Hadir di Pernikahan Anaknya

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:26 WITA

Ditemani Senja Pantai Kilo Lima, Hadianto Rasyid Berbagi Pesan Inspiratif tentang Pelayanan Publik

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:15 WITA

Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Buol Gandeng PIP Kemenkeu untuk Pembiayaan Sektor Produktif

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:08 WITA

Akselerasi Pembangunan Sekolah Rakyat, Pemkab Buol Kantongi Rekomendasi dari Sekjen Kemensos RI

Berita Terbaru