Diduga Gunakan Bahan Kimia Sianida, Tong Pengolahan Emas di Palbar Ancam Kepunahan Ternak dan Biota Laut

Minggu, 3 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTARA, BUOL – Aktifitas Tong pengolahan emas di beberapa wilayah di Kecamatan Paleleh Barat (Palbar) Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai dikhawatirkan keberadaannya. Pasalnya, aktifitas pengelolaan emas tersebut diduga kuat menggunakan bahan kimia Sianida yang mengancam kesehatan pemukiman warga, ternak dan biota laut.

Pemakaian bahan berbahaya itu semakin tidak terkendali, khususnya di lokasi penambangan emas di Palbar, khususnya di desa Hulubalang yang sampai saat ini tidak tersentuh oleh penegak hukum ada apa.?

Sementara itu, sudah sangat jelas bahaya penggunaan bahan kimia Sianida (B2) dari segi kesehatan manusia hingga bisa merusak lingkungan sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga yang pertama merasakan dampaknya kemudian kepada pemilik gelondong atau tong dan masyarakat sekitarnya.

Berdasarkan hasil investigasi awak media, sedikitnya ada 13unit Tong pengolahan emas yang tersebar di wilayah itu dan diduga menggunakan bahan kimia Sianida sehingga telah mencemari sejumlah anak sungai diwilayah itu.

Parahnya lagi, anak sungai yang sudah tercemar oleh pengolahan Emas mengunakan tong tersebut semua mengarah ke laut, sehingga dikhawatirkan akan mencemari laut dan mengancam kepunahan biota laut.

Salah satu warga setempat yang meminta namanya tak dipublis mengatakan, akibat dari aktifitas Tong pengolahan emas itu, ada sejumlah ternak yang mati seperti Sapi akibat mengkonsumsi air yang sudah terkontaminasi dengan limbah dari tong pengolahan Emas itu, sehingga kuat dugaan aktifitas tersebut menggunakan bahan kimia.

” Pernah lalu ada Sapi yang mati, mungkin karena minum air yang dialiri limba pengolahan itu. ada juga ikan di sungai itu mati, semua sungai yang dialiri limba ini mengarah ke laut,” ungkapnya

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah dikonfirmasi melalui Kabid PSDKP Agus S mengatakan terkait dampak pencemaran di akibat aktifitas tambang , leading sektor tentunya Dinas Lingkungan hidup (DLH), sedangkan  Sektor kelautan perikanan adalah penerima dampak dari aktifitas tersebut. ” Apalagi ada sapi yang mati, tentunya sektor peternakan dan sektor lainnya juga terkena dampak.” Terang Agus S, Jumat (1/9/2023).

Menurutnya terkait pencemaran yang diakibatkan oleh aktifitas tambang leading sektornya ada sektor Perikanan dan Kelautan adalah penerima dampak.

Lebih Lanjut Kata Agus. penegakan hukumnya dimulai dari aktifitas utama yang dilakukan di darat tentunya pada sumber pencemarnya.

” Saran saya, perlu ada koordinasi antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas ESDM, Bidang Gakum dari KLHK di Sulteng dan Pemkab, serta Kepolisian, terkait penanganannya dan kami siap ikut serta,” Agus. ***

Berita Terkait

Peringati Hari Bhayangkara ke 80 Polsek Batui Bedah Rumah Warga Kurang Mampu di Sisipan
Camat Toili Barat Bambang Pimpin Mediasi Perusahaan dan Warga Mentawa Pastikan Investasi Berjalan Tanpa Mengabaikan Keselamatan Masyarakat
Hore…MR.D.I.Y Resmi Hadir di Batui Ini Gerai Yang Ke 3 Dikabupaten Banggai
Resmi Bergulir Bupati Cup ASN Mini Soccer 2026 Diikuti 29 Tim Perkuat Silaturahmi Sportivitas dan Sinergi Antarinstansi di Banggai
Jembatan Armco Garuda Merah Putih di Desa Minangandala Resmi Beroperasi Permudah Akses Warga dan Dorong Perekonomian
Respon Cepat Laporan Warga Kasat Samapta Polresta Banggai Bubarkan Balap Liar dan Mobil Parkir di Area Gelap Bandara
Dilahap Sijago Merah Rumah di Jalan Soekarno Luwuk Hangus Terbakar Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran
Pria Asal Luwuk Timur Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel Polisi Lakukan Penyelidikan

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 00:31 WITA

Peringati Hari Bhayangkara ke 80 Polsek Batui Bedah Rumah Warga Kurang Mampu di Sisipan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:16 WITA

Camat Toili Barat Bambang Pimpin Mediasi Perusahaan dan Warga Mentawa Pastikan Investasi Berjalan Tanpa Mengabaikan Keselamatan Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:48 WITA

Hore…MR.D.I.Y Resmi Hadir di Batui Ini Gerai Yang Ke 3 Dikabupaten Banggai

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:22 WITA

Resmi Bergulir Bupati Cup ASN Mini Soccer 2026 Diikuti 29 Tim Perkuat Silaturahmi Sportivitas dan Sinergi Antarinstansi di Banggai

Senin, 27 Juli 2026 - 16:25 WITA

Jembatan Armco Garuda Merah Putih di Desa Minangandala Resmi Beroperasi Permudah Akses Warga dan Dorong Perekonomian

Berita Terbaru