BPBD Banggai Sosialisasikan Pembentukan Destana di Tomeang, Dipimpin Kabid Muh Oksatiawan

Rabu, 11 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Muh Oksatiawan saat berikan Pengarahan di dampingi Plt Camat Nuhon dan Kades Tomeang.

Foto Muh Oksatiawan saat berikan Pengarahan di dampingi Plt Camat Nuhon dan Kades Tomeang.

Banggai, Suarautara.com – Dalam rangka mendukung program Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, MM, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai menggelar Sosialisasi Awal Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Tomeang, Kecamatan Nuhon. Kegiatan ini resmi dibuka pada Rabu, 11 Juni 2025, dan akan berlangsung selama 7 hari, hingga 16 Juni 2025.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banggai, Muh. Oksatiawan, bersama sejumlah staf. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Plt Camat Nuhon Rahman Sengkota, dihadiri pula oleh Kepala Desa Tomeang Andika Kulap, dan Ketua BPD setempat.

BPBD turut menghadirkan fasilitator bersertifikat dari BNPB pusat, yakni Shadiq, yang juga menjabat sebagai Koordinator Komunitas Wilayah Indonesia Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain sosialisasi, kegiatan ini juga mencakup pelatihan relawan dan simulasi penanganan bencana, khususnya banjir, dengan instruksi langsung dari BPBD, BASARNAS, DPMD, serta aparat TNI-Polri.

“Desa Tomeang dipilih karena di Dapil 2 baru ada satu Destana yang terbentuk, yaitu di Desa Toima, Bunta, tahun lalu. Kami berharap Destana juga bisa terbentuk di Desa Balean, Kecamatan Lobu, pada triwulan ketiga nanti. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana di tiga wilayah tersebut,” jelas Oksatiawan.

Foto Muh Oksatiawan saat berikan Pengarahan di dampingi Plt Camat Nuhon dan Kades Tomeang.

Ia menambahkan, pembentukan Destana sangat penting karena menjadi ujung tombak mitigasi bencana di desa sebelum bantuan dari BPBD tiba. Desa Tangguh Bencana juga akan melahirkan berbagai dokumen penting seperti kajian risiko bencana desa, RPJMD Desa, dan menjadi dasar dalam penyaluran bantuan hibah dari pemerintah.

“Tanpa adanya Destana, kami tidak bisa memberikan bantuan hibah kepada masyarakat. Antusiasme warga sangat luar biasa. Mereka bahkan mengantar kami pulang sebagai bentuk terima kasih,” ujarnya.

Sebanyak 30 orang warga dipilih sebagai anggota forum atau pokja Destana. Mereka akan dilatih menjadi relawan tangguh yang siap bergerak ketika terjadi bencana. Kepala Desa Tomeang juga menyampaikan apresiasi dan harapannya agar pembentukan Destana disertai dukungan berupa peralatan dan perlengkapan kebencanaan.

Menurut Oksatiawan, hingga saat ini baru terbentuk 10 Destana dari total 291 desa di Kabupaten Banggai. Ia juga menyampaikan rencana usulan Rencana Kegiatan dan Pengadaan (RKPD) tahun depan untuk pengadaan barang dan jasa khusus bagi desa-desa yang telah memiliki Destana.

“Penanggung jawab utama adalah kepala desa, tapi kepemimpinan forum bisa dipegang oleh siapa saja – ketua BPD, tokoh pemuda, tokoh agama, atau warga lainnya. Yang penting semua elemen masyarakat ikut terlibat. Karena bencana bukan tanggung jawab BPBD semata, tapi milik kita semua,” pungkasnya.

( TimRedaksi/AmrillahMokoagow )

Berita Terkait

Pria Asal Luwuk Timur Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel Polisi Lakukan Penyelidikan
Polres Tangkap Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Banyuputih
Korban Penganiayaan, Kades Bongka Koy Serahkan Bukti Tambahan ke Polres Touna
Nelayan Situbondo yang Hilang Ditemukan Selamat di Pulau Giliyang, 2 Hari Bertahan di Tengah Laut
Pupuk Phonska Melimpah di Bondowoso
Tingkatkan Kualitas SDM, BLK Buol Hebat Raih 5 Paket Pelatihan Vokasi dari BBPVP Makassar
Kapolsek Luwuk Sita 173 Botol Miras Berbagai Merek Dari MA Diamankan Kos kosan nya
Kadis DPMD Banggai Hasan Baswan Sosialisasikan SayaPeDesa Hadirkan Narasumber Rastono Sumardi Digitalisasi Kunci Pelayanan Desa Cepat dan Transparan

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:51 WITA

Pria Asal Luwuk Timur Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel Polisi Lakukan Penyelidikan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 05:39 WITA

Polres Tangkap Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Banyuputih

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:44 WITA

Korban Penganiayaan, Kades Bongka Koy Serahkan Bukti Tambahan ke Polres Touna

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:32 WITA

Nelayan Situbondo yang Hilang Ditemukan Selamat di Pulau Giliyang, 2 Hari Bertahan di Tengah Laut

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:20 WITA

Pupuk Phonska Melimpah di Bondowoso

Berita Terbaru

Daerah

Pupuk Phonska Melimpah di Bondowoso

Jumat, 24 Jul 2026 - 19:20 WITA