Banggai, Suarautara.com – Dalam rangka menindaklanjuti instruksi Bupati Banggai Ir. H. Amirudin, MM., AIFO, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai melaksanakan kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang potensi dan penanganan rawan bencana per jenis bencana.
Kegiatan ini digelar pada Selasa, 22 Juli 2025, bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Camat Balantak, dan dihadiri oleh Kepala BPBD Banggai Feri Sujarman, SH., S.Pd., MH, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Muh. Oksatiawan, SE, Camat Balantak Akram Bujang, S.Pd, serta 13 kepala desa dan lurah se-Kecamatan Balantak.
Dalam sambutannya, Camat Balantak mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Ia menyebutkan bahwa wilayah Balantak termasuk daerah yang rawan bencana, terutama abrasi pantai, yang pernah menyebabkan rumah warga rusak dan mendapat bantuan dari BPBD.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kami berharap BPBD terus melakukan monitoring terhadap potensi bencana di Balantak, karena kami sering mengalami bencana seperti abrasi, banjir, dan angin puting beliung,” ujar Akram Bujang.
Sementara itu, Kaban BPBD Feri Sujarman menyampaikan bahwa berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB), beberapa titik di Kecamatan Balantak masuk dalam zona rawan bencana. Oleh karena itu, penting memberikan pemahaman dan edukasi agar masyarakat siap menghadapi situasi darurat.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Muh. Oksatiawan, menambahkan bahwa kegiatan KIE ini sudah dilaksanakan di beberapa kecamatan lain seperti Batui Selatan, Binta, dan Masama, dengan respon yang sangat positif dari masyarakat.
Tahun ini Balantak menjadi lokasi keempat. Kami menilai penting untuk terus menggulirkan kegiatan edukasi ini di wilayah-wilayah yang masuk dalam kategori rawan bencana,” tegas Oksatiawan.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, BPBD Banggai menghadirkan tiga narasumber dari Basarnas, BMKG, dan kalangan akademisi dari Untika, yang memberikan materi praktis dan teknis terkait kebencanaan, mitigasi, dan langkah tanggap darurat.
Kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesiapsiagaan masyarakat Balantak dalam menghadapi potensi bencana dan meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam upaya penanggulangan.
( TimBPBD Banggai/AmrillahMokoagow )












