PALU, Suarautara.com – Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) menjalin kerja sama strategis dengan PT Bank Sulteng dalam rangka optimalisasi pembayaran dan pemungutan pajak serta retribusi daerah secara digital. Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut berlangsung di Gedung Workshop, Kota Palu, pada Jumat (1/8/2025).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, sejak Kamis 31 Juli hingga Jumat 1 Agustus 2025, turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Plt Kepala BPKAD Provinsi Sulteng Dr. H. Rudi Dewanto, SE, MM, Direktur Utama PT Bank Sulteng Hj. Ramiyatie, Asisten I Setda Buol, Sekretaris Daerah Buol Dadang, SH, MH, Kepala Bappenda Buol Munawir A. Nouk, S.STP, MM, Kepala BPKAD Buol, Kadis DPMPTSP, serta perwakilan dari Bagian Hukum dan Bagian Pemerintahan Setda Buol.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penandatanganan perjanjian ini menjadi tonggak penting dalam upaya modernisasi pengelolaan keuangan daerah. Melalui kerja sama ini, PT Bank Sulteng akan memberikan dukungan dalam penyediaan layanan perbankan, termasuk sistem pembayaran pajak dan retribusi secara non-tunai, guna mewujudkan pengelolaan keuangan yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel.
Kepala Bappenda Kabupaten Buol, Munawir A. Nouk, S.STP, MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Buol bersama Bank Sulteng dalam mendorong tata kelola keuangan daerah yang lebih baik dan inovatif.
“Kami berharap kerja sama ini dapat memperkuat sistem pelayanan publik di sektor pendapatan daerah dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakannya,” ujar Munawir.
Pihak PT Bank Sulteng pun menyambut baik kerja sama ini dan menyatakan kesiapan penuh untuk menyediakan infrastruktur serta layanan perbankan yang dibutuhkan dalam mendukung program-program Pemerintah Kabupaten Buol.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, diharapkan kinerja pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Buol akan terus meningkat dan berkontribusi secara signifikan terhadap pembangunan daerah yang berkelanjutan.
(Redaksi)












