Akademisi Untika Bambang Dwicahya Ikuti Pelatihan Dasar Bencana yang Digelar Pemkab Banggai BPBD dan BNPB Pusat

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautara.com, Banggai – Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat sukses melaksanakan Pelatihan Dasar Bencana bertema “Belajar Sekarang, Tangguh Saat Bencana Datang.”

Kegiatan berlangsung sejak Senin 24 November hingga Jumat 28 November 2025 di Hotel Shantika Luwuk, Kelurahan Tambang Permai, Kecamatan Luwuk Selatan.

Pelatihan ini turut melibatkan para akademisi, termasuk Assoc. Prof. Dr. Bambang Dwicahya, S.KM., M.Kes., Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tompotika (Untika) Luwuk, sekaligus Ketua Forum Pencegahan Risiko Bencana (FPRB).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain peserta, pelatihan ini juga menghadirkan narasumber dari BNPB Pusat, Jajad Suarjat, S.Pd., M.Si (Han), yang memberikan materi mengenai manajemen bencana, pengurangan risiko, hingga kesiapsiagaan berbasis keluarga.

Usai mengikuti pelatihan, Dr. Bambang Dwicahya menyampaikan bahwa kegiatan sertifikasi ini sangat penting bagi peningkatan kapasitas dosen dalam bidang manajemen bencana.

Pelatihan dan Sertifikasi Dasar Manajemen Bencana ini sangat bermanfaat bagi saya sebagai dosen.

Pengetahuan yang diperoleh akan saya terapkan dalam mata kuliah yang diampu serta untuk meningkatkan kontribusi dalam pengurangan risiko bencana di Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan ini memberi tambahan kompetensi mulai dari pengurangan risiko bencana, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.

Dr. Dwicahya menjadi salah satu dari 40 peserta dari berbagai lembaga dan organisasi yang mengikuti kegiatan tersebut.

Narasumber BNPB Pusat, Jajad Suarjat, mengungkapkan bahwa peserta pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi dan aktif dalam seluruh proses pembelajaran.

Pesertanya sangat antusias dan interaktif. Pembelajarannya menjadi sangat atraktif, sehingga lebih dari 60 – 70 persen materi dapat dipahami dengan baik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan bencana harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.

Hasil penelitian di Jepang menunjukkan bahwa 90% korban selamat ditolong oleh keluarganya sendiri. Artinya, pemahaman keluarga tentang kebencanaan menjadi faktor kunci dalam penyelamatan,” jelasnya.
( AM’oks69 )

Berita Terkait

SMKN 4 Bondowoso Raih Penghargaan “SIKAP Award 2026”
Perkuat Sinergitas Forkopimda Wakapolres Banggai Silaturahmi ke Kajari dan Dandim 1308/LB
Kapolsek Bunta Hadiri Rembuk Stunting Desa Rantau Jaya Perkuat Sinergi Cegah Stunting
Polwan Polresta Banggai Beri Pendampingan Psikologis kepada Anak Korban Dugaan Pelecehan Seksual
Diduga Alami Tekanan Darah Naik Wanita Asal Pagimana Terjatuh dari Motor Menuju Lamala
Camat Bambang Abdullah Sambut PT Agrinas Palma Nusantara Turun ke Toili Barat Selesaikan Konflik Lahan Sawit
TNI Tanamkan Nilai Kebersamaan kepada Siswa Baru SMK Al+Fallah Jangkar Melalui MPLS
Antisipasi Bencana, Disdamkarmat dan BPBD Edukasi Mitigasi Kebakaran Saat Reses Ketua DPRD Tojo Una-una

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:54 WITA

SMKN 4 Bondowoso Raih Penghargaan “SIKAP Award 2026”

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:52 WITA

Perkuat Sinergitas Forkopimda Wakapolres Banggai Silaturahmi ke Kajari dan Dandim 1308/LB

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:24 WITA

Kapolsek Bunta Hadiri Rembuk Stunting Desa Rantau Jaya Perkuat Sinergi Cegah Stunting

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:02 WITA

Polwan Polresta Banggai Beri Pendampingan Psikologis kepada Anak Korban Dugaan Pelecehan Seksual

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:50 WITA

Diduga Alami Tekanan Darah Naik Wanita Asal Pagimana Terjatuh dari Motor Menuju Lamala

Berita Terbaru