
SUARAUTARA.COM, PALU – Bupati Sigi Mohamad Irwan, S.Sos., M. Si. menghadiri Seminar Nasional “Dinamika Tutupan Lahan Region Sulawesi” bersama Yayasan Kompas Peduli Hutan, yang dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Drs. Datu Pamusu Tombolotutu, M. Si. Dan dihadiri pula oleh Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Yahdi Basma, Direktur Yayasan Komunitas Peduli Hutan Gifventh Lasimpo, S. H. Ketua Ombudsman Provinsi Sulawesi Tengah H. Sofyan Farid Lembah, SH., MH. Para Kepala OPD Provinsi Sulawesi Tengah, Akademisi Dr, Ir.Abdul Rauf., M. Si. dan para NGO.Kamis (24/02/2022).

Bupati Sigi dalam sambutannya mengatakan bahwa ketika berbicara region sulawesi berarti secara keseluruhan di Sulawesi terkait tutupan lahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara umum dari data yang ada misalnya data Sigi dan Sulawesi Tengah bahwa tutupan lahan kita berdasarkan data – data dari WALHI dari total beberapa kemarin kawasan kita untuk Sigi dan Sulawesi Tengah ini awalnya memang sangat luar biasa namun kini tutupan lahan kita mungkin tinggal hampir 60%. Sehingga ada beberapa konsep Pemda Sigi dorong dalam rangka penguatan tutupan lahan ini diantaranya Program Sigi Hijau (10000 pohon per desa, dan sejuta bambu) harapannya mengisi kembali tutupan – tutupan lahan di kawasan hutan yang memang sudah sangat luar biasa penggerusannya, begitu juga di kawasan aliran sungai .
Berkaitan dengan ini yakin juga butuh proses yang panjang yaitu dari segi kebijakan, pembiayaan, serta dukungan – dukungan yang sangat baik dari struktur. Ketika bicara penguatan tutupan lahan ini, ada hal yang lebih luar biasa dari semua ini dan ada hubungan yang harus bersinergi mungkin konteks pentaheliks (misalnya) kita dorong dari akademisi, melibatkan pihak swasta, membangun penguatan keruang-ruang yang lebih besar (organisasi struktur masyarakat, yayasan, dan tokoh masyarakat)
Sementara itu Gubernur Sulawesi Tengah melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan dalam sambutannya mengatakan bahwa Biomass Indonesia sebagai Platform data monitoring yang dirintis melalui kerja sama Yayasan Kompas Peduli Hutan ( KOMIU) dan Orien Nusantara merupakan inovasi dan karya anak bangsa dengan sejumlah manfaat antara lain sebagai basis data untuk perencanaan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Sehubungan dengan hal itu, selaku Pimpinan Daerah Beliau memberi apresiasi serta bangga terhadap gagasan-gagasan, inovasi yang merupakan perkenalan yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan menghimpun data atau informasi yang dapat digunakan oleh Pemerintah Daerah.
Semoga program ini bisa tersosialisasi dan termanfaatkan oleh semua stakeholder khususnya instansi pemerintah yang bisa memanfaatkan secara maksimal dan kedepannya diharapkan Kompas ini bisa memberikan informasi-nformasi detail sehingga update tindakannya betul-betul bisa dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah.
(Prokopim/ Ruslan Panigoro)
























