
Wabup Moh. Besar Bantilan dalam sambutannya mengatakan, “ persatuan dan kesatuan bukan hanya berupa slogan semata, namun merupakan kebutuhan kita semua karena dapat memberikan rasa aman dan damai. Mustahil kita dapat menjalankan ajaran agama dengan baik serta melanjutkan pembangunan daerah tanpa rasa aman,” kata Wabup.
Ia berharap agar perbedaan-perbedaan yang ada di antara kita hendaknya mampu kita rajut dan kita jadikan potensi yang sinergis dalam membangun daerah demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Tolitoli yang sejahtera dan mandiri melalui pemerintahan yang amanah, responsif dan merakyat.
“ Kedepan kita tidak boleh larut dalam situasi yang membesar-besarkan dan mempermasalahkan perbedaan sebab masih banyak masalah seperti korupsi, bencana alam, terorisme, kebodohan dan kemiskinan yang perlu mendapatkan perhatian dan kepedulian kita semua. Gereja dan pemerintah juga harus bekerjasama, kemajuan jamaah secara lahiriyah dan rohaniah merupakan keberhasilan pemimpin gereja dan Para Majelis Jemaat diperlukan untuk mengelola segala potensi yang ada, memberikan motivasi agar terus melangkah maju mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya Wakil Bupati Tolitoli berharap sidang tahunan sinode dapat memperkuat persatuan dalam menghadapi tantangan yang ada. Saatnya gereja di Indonesia khususnya di Kabupaten Tolitoli lebih maju dengan menciptakan kerjasama yang nyata dalam menghadapi persoalan bangsa dan negara.

























