SUARAUTARA.COM, Buol – Bupati Buol dr. H. Amirudin Rauf, Sp.Og, M.Si memimpin rapat koordinasi teknis terkait pengelolaan tambak udang vaname kampung Bugis bertempat di aula lantai 2 Kantor Bupati Buol. Jumat, 14 Januari 2022, Pukul 15.30. Wita.
Hadir dalam rapat koordinasi tersebut Asisten administrasi umum, Kadis Perikanan Kaban Bappeda, Kalak BPBD Buol, Kadis Perindakop, dan ketua kelompok pengelola tambak udang vaname Kampung Bugis
Ada 5 (Lima) Kabupaten yang ditunjuk untuk pengembangan industri udang vaname, dan satu dari 5 kabupaten di Indonesia itu adalah Kabupaten Buol.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada tahun 2021 Kementerian PU membuat SID berkaitan dengan perkembangan pengembangan tambak udang vaname yang merupakan tindak lanjut dari program pengembangan udang vaname di Kabupaten Buol.
“Kemungkinan Tahun 2022 ini, sudah ditindaklanjuti yang Insyaallah pada tahun 2023 bangunan fisik sudah disiapkan” ujar Bupati.
Pembuatan Tambak contoh yang diberikan kepada Buol teknisnya itu dikelola oleh kelompok masyarakat atau koperasi dan kemudian diharapkan berlanjut terus.
“Oleh sebab itu, kita harus evaluasi secara bersama-sama terkait perkembangan dan keberlanjutan tambak contoh tersebut” lanjut Bupati.
Oleh karena itu dalam pertemuan ini, dihadiri oleh perwakilan perbankan.
“Kepentingan kita jika memang koperasi tidak mampu membiayai selanjutnya maka kita harus evaluasi kembali jika teman-teman yang sudah kita beri kepercayaan tidak dapat menjalankannya, maka kita perlu mengevaluasi kembali dan menentukan langkah selanjutnya” ujarnya.
“Kami dari Dinas Perikanan tetap men-support kelompok yang ada di kampung Bugis. Yang kami inginkan pekerjatambang ini yang bisa stay 24 jam dan tidak memiliki pekerjaan di luar selain tambak” tutur Kadis Perikanan.
Pada dasarnya yang harus di evaluasi dan tingkatkan adalah manajemen orang-orang yang ada di kelompok ini”.
Faktor utama adalah tambak tidak dapat berjalan lagi didasari pada modal yang sudah habis sehingga kita sudah tidak bisa lagi melakukan siklus selanjutnya” tutur Ketua Kelompok Jufri S Ali.
Bupati Buol menyampaikan bahwa kelemahan pengelolaan tambak udang vaname sekarang yaitu sistem manajemennya yang tidak berjalan dengan baik dan semestinya.
“Pilihan ada pada kita kita harus menyelamatkan dan harus kita lakukan”
“Apa yang harus kita lakukan agar ini tetap jalan Ini adalah sebuah aset yang wajib terus di kelolah, untuk perbaikan perekonomian masyarakat di daerah” tutupnya.[prokopim/Red]
























