Oleh: Akaha Taufan Aminudin
Kota Batu kembali menegaskan pesonanya sebagai salah satu destinasi alam dan budaya terindah di Jawa Timur. Lewat sebuah karya seni audio-visual yang memukau, keindahan landsekap Kota Batu dipadukan secara harmonis dengan lirik dan musik bertajuk “Kutho Batu, Kutho Roso Deso”.
Video lanskap berdurasi kurang lebih tiga menit ini menampilkan visualisai panorama dari udara (drone view). Sajian visualnya menangkap hamparan perbukitan yang hijau, terasering perkebunan warga yang tertata rapi, hingga semburat sinar mentari dan kabut tipis di lereng gunung yang menyejukkan mata.
Visual yang megah namun hangat ini menyajikan atmosfer keasrian khas Kota Batu yang selalu dirindukan.
*Nuansa Nostalgia dan Identitas Lokal*
Lagu “Kutho Batu, Kutho Roso Deso” membawa pesan mendalam tentang identitas Kota Batu.
Meskipun Kota Batu terus berkembang pesat menjadi kota wisata modern, jiwa dan jiwanya tetaplah “roso deso”—sebuah kota yang menjaga kehangatan, ketenangan, keasrian, serta tradisi kebersamaan masyarakat pedesaan.
Alunan musik dan vokal yang merdu menambah kesan nostalgia bagi siapa saja yang pernah singgah atau menetap di Kota Batu.
*Sinergi Seni dan Teknologi Masa Kini*
Menariknya, karya seni audio-visual ini menjadi wujud nyata bagaimana kolaborasi antara kreativitas manusia dan teknologi modern kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dapat menghasilkan karya yang estetis dan bernilai budaya tinggi.
Berdasarkan sertifikat resmi Proof of Creation dari platform Jukebox AI, berikut adalah rincian hak cipta dan rincian karya tersebut:
* Judul Karya: KUTHO BATU, KUTHO ROSO DESO
* Lirik & Komposisi Musik: Rosida John Monteiro
* Pengarah Musik & Vokal: AI (Music Direction & Vocal by AI)
* Tanggal Pembuatan: 25 Oktober 2026
* ID Karya: 6ab29ca30e72136d7008590d
*Mengabadikan Keindahan untuk Nusantara*
Melalui media musik dan visual ini, Kota Batu tidak hanya dikenalkan sebagai destinasi pariwisata, tetapi juga sebagai ruang kebudayaan yang terus menginspirasi para seniman dan kreator.
Karya ini menjadi dedikasi indah untuk menjaga alam serta kelestarian budaya lokal di era digital.
*Sisir Kampung Literasi, Kota Batu 26 Oktober 2026 Akaha Taufan Aminudin PKBTS, HP3N, Paguyuban Wong Batu ( PWB) , KYM KOTA BATU, Komunitas Puisi Esai Jatim (KPJ) , Kreator Era AI (KEAI JATIM), SATUPENA JAWA TIMUR*









