SUARAUTARA.COM, Buol – Dipenghujung tahun 2021, kondisi jalan tepatnya dipusat kota Buol masih terus mendapat sorotan tajam serta berbagai Ciutan dari warga Buol terutama warga Nitizen di media social (medsos).

Rasa kekesalah warga hanya bisa disampaikan ke medsos dengan alasan apa yang mereka perjuangkan untuk direalisasikan oleh pihak pemerintah kabupaten (Pemkab) Buol dalam hal ini dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) tidak sama sekali digubris dan direalisasikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sehingga banyak sorotan tajam dari warga hanya bisa dicurahkan melaui medos jejaring facebook. Dengan lantang mereka menyoroti kinerja pemerintah yang diduga tidak becus mengurus daerah terlebih berkaitan dengan fasilitas masyarakat yakni jalan dan akses perekonomian.

Seperti yang diutarakan salah satu warga yang juga dikenal sebagai aktifis peduli pembangunan Buol, Bakri Mbayad. Dimana, dalam akun medsos facebook pribadinya, Bakri memberikan kritik keras kepada Pemkab Buol dalam hal ini Dinas PU yang terkesan cuek dengan berbagai persoalan kerusakan fasilitas umum terutama akses jalan pusat kota dan akses jalan desa yang notabenenya merupakan sumber akses perekonomian masyarakat.
“ Sangat memprihatinkan. Sebab, dua tahun terakhir ini kondisi Jalan pertokoan menuju Bandara , Akses Jalan Kompleks Perkantoran dan beberapa jalan desa yang kondisinya rusak parah terkesan hanya dibiarkan begitu saja, padahal setiap hari jalan rusak tersebut dilalui oleh para pejabat, jika dibiarkan saja tanpa ada penangan khusus jangka pendek, justru bertambah rusak jika tidak diperbaiki secepatnya,” tegas Bakri.
Saat dikonfirmasi suarautara.com, Sabtu (01/01/2022), terkait Ciutannya di medsos terkait sorotannya pada fasilitas jalan pusat kota yang rusak parah, Ia mengatakan apa yang dia lakukan sebagai warga peduli pembangunan daerah tidak salah dan itu sesuai hati nurani sebagai masyarakat.
“ apa yang kami lakukan semata-mata untuk kepentingan umum, tidak ada kepentingan laun yang menggerakan kita melihat kondisi jalan seperti itu, dan menurut saya penting sekali pemerintah merperhatikan kondisi Jalan dalam kota, yang jika dihitung hampir dua tahun terakhir ini tidak ada pembangunan akses jalan kota secara permanen, namun hanya rehab untuk menutupi lubang jalan dengan mengunakan campuran pasir krikil dengan semen, dan hal ini tentu tidak akan bertahan sampai lama dan justru dalam beberapa bulan berjalan, kondisinya sudah rusak kambali.” Pungkas Bakri.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Kab.Buol, Supangat kepada media ini saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, mengatakan untuk perbaikan akses jalan pusat kota Buol dan beberpa desa yang mengalami keretakan jalan, akan diperbaiki pada tahun 2022, “ Untuk perbaikan jalan pusat kota dan pusat perkantoran akan di anggarkan pada tahun 2022, sebab untuk tahun ini tidak ada anggarannya,” kata Supangat. [can]
























