Bondowoso, suara utara_Pemerintah Kabupaten Bondowoso melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari kualitas menu, perizinan, hingga pemenuhan standar operasional prosedur (SOP) di setiap dapur penyedia.
Evaluasi tersebut disampaikan Ketua Satgas MBG Kabupaten Bondowoso, Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i, usai rapat evaluasi MBG yang berlangsung di Wisma Wakil Bupati Bondowoso, Senin (14/9/2026).
Dan SPPG Kembang Bondowoso menegaskan komitmennya untuk melaksanakan seluruh standar dan ketentuan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) sejak awal pendirian dapur MBG.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal tersebut disampaikan Sumartono, Pengurus Yayasan Putra Bangsa Bondowoso yang ditunjuk BGN sebagai mitra SPPG Kembang Bondowoso. Menurutnya, pemenuhan standar tidak hanya dilakukan pada saat operasional berjalan, tetapi telah dipersiapkan sejak tahap awal pembangunan dan penataan dapur.
“Sejak awal pendirian, kami berkomitmen untuk memenuhi seluruh standar dan ketentuan yang ditetapkan BGN. Mulai dari pembangunan dapur, penataan ruangan, sarana dan prasarana, hingga peralatan yang digunakan, semuanya kami siapkan mengacu pada standar yang telah ditentukan,” ujar Sumartono, Selasa (15/9/2026).
Ia menjelaskan, SPPG Kembang telah menyiapkan ruangan dengan memperhatikan ukuran, fungsi, serta jumlah ruang sesuai ketentuan. Demikian pula dengan berbagai peralatan dapur dan fasilitas pendukung yang digunakan dalam proses pengolahan makanan.
Termasuk dalam aspek sanitasi dan pengelolaan lingkungan, SPPG Kembang juga telah menyiapkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sesuai standar yang dipersyaratkan.
Menurut Sumartono, pihak mitra juga terus berkoordinasi dengan Kepala SPPG dalam memastikan seluruh persyaratan keamanan pangan dan kelayakan operasional terpenuhi. Di antaranya dengan menyiapkan proses pemenuhan dan pengujian standar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).
“Untuk aspek higiene, sanitasi dan keamanan pangan, kami juga berkoordinasi dengan Kepala SPPG untuk menyiapkan dan memenuhi standar SLHS maupun HACCP. Jadi sejak awal memang kami berusaha agar seluruh persyaratan dipenuhi secara bertahap,” jelasnya.
Tak hanya itu, SPPG Kembang Bondowoso juga telah mengantongi sertifikat halal sebagai bagian dari komitmen dalam memastikan bahan dan proses pengolahan makanan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Sumartono menambahkan, pengawasan terhadap SPPG juga dilakukan oleh instansi terkait. Terbaru, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bondowoso melakukan monitoring yang berkaitan dengan penyediaan bahan baku, khususnya komoditas yang berasal dari unsur unggas dan hewan.
“Monitoring dari dinas juga menjadi bagian penting bagi kami untuk memastikan bahan baku yang digunakan, terutama yang berasal dari unggas atau hewan, memenuhi ketentuan dan layak digunakan dalam penyediaan makanan bagi penerima manfaat,” katanya.
Ia menegaskan, berbagai tahapan pemenuhan standar tersebut merupakan bentuk keseriusan SPPG Kembang dalam mendukung pelaksanaan program MBG agar berjalan sesuai ketentuan sekaligus memberikan jaminan terhadap kualitas makanan yang diterima peserta didik.
“Prinsip kami sejak awal adalah bagaimana SPPG ini berjalan sesuai standar BGN. Karena yang kami layani adalah anak-anak, maka aspek keamanan, kebersihan, kualitas bahan baku dan proses pengolahan menjadi perhatian utama,” pungkas Sumartono. (Eko)

























