Radio Mutiara 103,7 FM, Media Massa Konvensional yang “Bertarung” dengan Media Online di Angkasa

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautara.com|Situbondo – Saat ini Radio tetap menjadi media massa konvensional yang eksis di tengah  gempuran era digital dan  media  sosial.

Keunggulan  radio terletak pada  sifat nya yang auditif,  fleksibel akrab serta mampu menjangkau masyarakat  secara langsung.

Salah satu stasiun radio yang memiliki basis pendengar  setia  adalah Radio Mutiara FM.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sedangkan Radio Mutiara FM  berpangkalan di Jalan Wijaya Kusuma Nomer 1 Dawuhan Kabupaten Situbondo Provinsi  Jawa Timur.

Sementara itu,  Radio Mutiara FM telah melakukan  perubahan pada format siarannya. Radio ini memilih untuk berfokus pada program dakwah Islam dan pelestarian kesenian  tradisional melalui acara  gending-gending madura dan kembeng malate yang menarik simpati kalangan pendengarnya.

Sehingga  fenomena transisi Radio Mutiara FM patut diberi acungan jempol  karena mampu mempertahankan eksistensi sekaligus menjalankan fungsi edukasi  dan informasi bagi masyarakat luas.

” Radio Mutiara FM saat ini memfokuskan diri pada konten dakwah Islam dan pelestarian kesenian tradisional “, ujar pimpinan Radio Mutiara FM,  Prakoso Sukarno.

Selanjutnya Prakoso menambahkan, bahwa  konten dakwah Islam dan pelestarian kesenian tradisional bertujuan untuk  menjawab kebutuhan spiritual masyarakat Situbondo yang dikenal  memiliki kultur dan religius yang kuat.

” yang sangat  penting  adalah kami ingin memahami tantangan  dan peluang Radio Mutiara FM dalam beradaptasi dengan teknologi digital “, kilahnya.

Pras juga mengatakan,  bahwa  Radio Mutiara FM tidak hanya  ditangkap di wilayah  Kabupaten Situbondo,  tapi juga di Kabupaten Bondowoso sekitarnya.

Sebagai radio  swasta niaga juga memfokuskan jangkauan siarannya pada pemenuhan kebutuhan informasi, siraman rohani dan hiburan bagi masyarakat di kawasan tapal kuda.

 

Di sisi lain,  Radio Mutiara FM memiliki format intereaktif,  yaitu memberikan ruang bagi pendengar untuk terlibat aktif baik melalui  sms,  telepon untuk berdialog langsung dengan pandusiar.  Langkah ini terbukti strategis.  Di satu sisi  Radio Mutiara FM tetap menjalankan fungsinya sebagai media hiburan namun di sisi lain memiliki nilai tambah berupa pemenuhan kebutuhan spiritual masyarakat.

Selanjutnya,  menurut Prakoso Radio Mutiara FM dituntut tidak hanya memancarkan sinyal analog tetapi juga harus merambah ke ranah digital.

Radio Mutiara FM lintasan tak pernah sepi melekat di hati pendengarnya,  sebagai contoh media massa lokal yang bersikap adaptis terhadap dinamika sosial dan kebutuhan audiensinya.  Keputusan untuk melakukan transisi dengam memperkuat porsi dakwah dan pelestarian kesenian tradisional merupakan  strategi komunikasi yang jitu dalam memanfaatkan kedekatan kultural dengan kalangan pendengarnya.

Meskipun berbagai tantangan menghadang, namun eksistensi Radio Mutiara FM tetap terjaga berkat loyalitas pendengarnya dan diferensiasi program yang disajikan.

 

Reporter: SURYADI

Berita Terkait

Lagi Sengketa Tanah Maahas Berujung Pengaduan Polisi Steven Lianto Laporkan Dugaan Penyerobotan
PWI Pusat dan Provinsi Sulteng  Nyatakan 18 Wartawan Kompeten Sekaligus UKW di Banggai Resmi Berakhir
Sudah Tiga Hari BBM di Situbondo Langka, Harga Pertamax di Kios Tembus Rp 30 Ribu per Botol 
Putusan MA Telah Inkracht Ahli Waris Salim Albakar Siapkan Laporan ke PTUN hingga Bareskrim soal Sengketa Lahan Tanjung Sari
Bupati Banggai Amirudin Resmikan Kantor Desa Singkoyo Guna Peningkatan Kualitas Layanan Publik
Gandeng DSLNG Kaban BPBD Banggai Rifai Mahiwa Terus Perkuat Ketangguhan Bencana di Desa Uso ​
UKW Banggai Berlanjut Hari Kedua Erupsi Anak Krakatau Sempat Ganggu Kedatangan Penguji Dewan Pers
Pentas Silaturahmi Musik Literasi Kota Batu Wisata Sastra Budaya 

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 23:32 WITA

Radio Mutiara 103,7 FM, Media Massa Konvensional yang “Bertarung” dengan Media Online di Angkasa

Rabu, 9 September 2026 - 19:27 WITA

Lagi Sengketa Tanah Maahas Berujung Pengaduan Polisi Steven Lianto Laporkan Dugaan Penyerobotan

Rabu, 9 September 2026 - 16:56 WITA

PWI Pusat dan Provinsi Sulteng  Nyatakan 18 Wartawan Kompeten Sekaligus UKW di Banggai Resmi Berakhir

Rabu, 9 September 2026 - 12:56 WITA

Sudah Tiga Hari BBM di Situbondo Langka, Harga Pertamax di Kios Tembus Rp 30 Ribu per Botol 

Rabu, 9 September 2026 - 08:28 WITA

Bupati Banggai Amirudin Resmikan Kantor Desa Singkoyo Guna Peningkatan Kualitas Layanan Publik

Berita Terbaru