SuaraUtara.com, BATURAJA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Sulit Air Sepakat (SAS) Baturaja menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) sebagai bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus pergantian kepengurusan periode 2026–2030.
Dalam Muscab tersebut, H. Romi Saputra, ST terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPC SAS Baturaja periode 2026–2030, menggantikan H. Iqbal Amputra, SH.
Muscab tidak hanya menjadi momentum pergantian kepemimpinan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat soliditas organisasi agar SAS Baturaja semakin harmonis, selaras, dan mampu menjalankan program kerja yang sejalan dengan kebijakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) SAS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua DPC SAS Baturaja terpilih, H. Romi Saputra, mengatakan kepengurusan baru akan mempertahankan sekaligus memperkuat peran SAS sebagai wadah masyarakat Minangkabau di Baturaja yang selama ini turut berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Menurutnya, SAS tidak hanya bergerak dalam bidang sosial dan keorganisasian, tetapi juga memiliki peran penting dalam memperkenalkan serta melestarikan seni dan budaya Minangkabau di tengah masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
“Warga SAS merupakan paguyuban Sumatera Barat yang sudah lama eksis dan berbuat untuk kemajuan masyarakat SAS Baturaja maupun Minang Baturaja, tentunya juga untuk kemajuan OKU,” ujar Romi.
Ia menegaskan, SAS selama ini aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten OKU maupun organisasi lainnya.
Salah satu bentuk kontribusi tersebut terlihat ketika SAS diminta berpartisipasi dalam kegiatan seni budaya di City Mall Baturaja. Saat itu, SAS turut menampilkan kesenian tambur atas permintaan Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) yang berada di bawah naungan Kesbangpol OKU.
“Kami diminta untuk aktif memperkenalkan seni budaya. Ke depan, kegiatan seperti ini akan terus kami dorong,” katanya.
Romi mengatakan, kepengurusan periode 2026–2030 akan menyusun sejumlah program rutin, mulai dari kegiatan bulanan, triwulanan hingga tahunan.
Program tersebut diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antarwarga SAS, tetapi juga memperkuat keberadaan organisasi di tengah masyarakat OKU.
Untuk kegiatan bulanan, SAS secara rutin menggelar pengajian di Gedung SAS Baturaja yang berada di Jalan Lintas. Sementara kegiatan triwulanan diisi dengan rapat pengurus dan anggota sebagai sarana evaluasi serta konsolidasi organisasi.
Sedangkan kegiatan tahunan diarahkan pada kegiatan sosial dan keagamaan, salah satunya pelaksanaan kurban dan pembagian daging kurban kepada warga SAS, masyarakat sekitar, sanak keluarga serta jiran tetangga yang membutuhkan.
Selain itu, SAS Baturaja juga berkomitmen mempertahankan kepedulian sosial melalui aksi kemanusiaan. Organisasi tersebut sebelumnya turut menggalang bantuan bagi masyarakat terdampak bencana banjir yang terjadi di OKU pada 2024.
“Kami juga melaksanakan bantuan sosial, seperti ketika terjadi bencana alam atau banjir pada 2024. Kami menggalang dana untuk membantu masyarakat yang terdampak,” jelas Romi.
Dengan kepengurusan baru, SAS Baturaja diharapkan tidak hanya semakin solid secara internal, tetapi juga mampu memperluas kontribusi di bidang sosial, keagamaan, seni dan budaya.
Romi menegaskan, pelestarian budaya menjadi salah satu bagian penting yang akan terus dikembangkan agar keberadaan SAS tidak hanya menjadi wadah silaturahmi warga Minang, tetapi juga memberikan warna positif bagi kehidupan sosial dan kebudayaan di Kabupaten OKU.**

























