Pemkab Buol Dorong Ekonomi Hijau Lewat Pengembangan Tanaman Hias dan Buah

Selasa, 21 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautara.com,BUOL – Pemerintah Kabupaten Buol terus memperkuat fondasi ekonomi hijau berkelanjutan dengan menggenjot sektor hortikultura, khususnya pengembangan tanaman hias dan tanaman buah. Langkah ini dibahas secara intensif dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Tanaman Hias dan Tanaman Pelindung Hortikultura yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Senin (20/7/2026).

Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, menegaskan bahwa integrasi tanaman hias dan tanaman buah bukan sekadar proyek beautifikasi lingkungan, melainkan strategi ekonomi baru untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat setempat.

> “Pengembangan tanaman hias dan buah ini dirancang tidak hanya mempercantik wilayah, tetapi juga menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Kami ingin menciptakan kawasan yang lebih hijau, produktif, dan bernilai ekonomi tinggi,” kata Risharyudi.

>

Menurut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buol, investasi di sektor hortikultura ini menjadi motor penggerak ekonomi hijau jangka panjang. Kehadiran program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, menopang ketahanan pangan, sekaligus melestarikan lingkungan daerah.

Guna merealisasikan target ekonomi hijau tersebut, Pemkab Buol memprioritaskan dua kelompok komoditas utama:

* **Tanaman Hias Produktif:** Pucuk merah, bougenville, euphorbia, puring, palem, oleander, bunga jepun, dan pohon lontar yang disebar di kawasan permukiman, sekolah, ruang terbuka hijau, hingga fasilitas publik.

Tanaman Buah Bernilai Ekonomis: Mangga, alpukat, dan rambutan yang difungsikan sebagai tanaman pelindung peneduh sekaligus penghasil nilai tambah bagi warga.

Melalui program ini, Pemkab Buol membidik lahirnya sentra-sentra pembibitan baru, peningkatan kapasitas kelompok tani, serta peletakan fondasi untuk pengembangan kawasan agrowisata berbasis ekonomi hijau.

Pelaksanaan program di lapangan mengandalkan kolaborasi lintas sektor. Dinas Pertanian bertanggung jawab menyediakan bibit dan panduan teknis, pemerintah kecamatan hingga desa memfasilitasi lahan dan partisipasi warga, sementara kelompok tani berperan sebagai pengelola utama produksi serta pemeliharaan tanaman secara berkelanjutan.

 

Berita Terkait

Batas Wilayah Soho Jadi Perhatian Pemuda ASOKA Thamin Nasir Minta Pemda Telusuri Jejak Sejarah Kampung Asam
Satresnarkoba Polres Tojo Una-Una Kembali Ringkus Seorang Pemuda Terkait Dugaan Kasus Sabu
Dinsos Banggai Bergerak Cepat Hariadi Bola Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Lamala
Resmi Dilantik, KORMI Buol Punya Misi Besar: Sehatkan Masyarakat dan Jaga Budaya Lokal
Cabdis Pendidikan Wilayah II Pantau Pelaksanaan TKA SMA 2026 di Donggala, Pastikan Evaluasi Berjalan Optimal
Dampak Kekeringan Dandim 1308/LB Cepi Kartiwa Buat Pembangunan Sumur Bor Untuk  Masyarakat di Desa Kayoa
Kasat Intelkam Usman Tutup Domino Kapolresta Banggai 2026 Pasangan Bangkep Kaban BNN  Baharudin Amka Sanusi Raih Juara I
Kapolsek Lamala Wayan Sukarman Hadiri Ritual Adat Perkuat Sinergi Polri Bersama Masyarakat dan Doa Keselamatan Bersama

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:23 WITA

Batas Wilayah Soho Jadi Perhatian Pemuda ASOKA Thamin Nasir Minta Pemda Telusuri Jejak Sejarah Kampung Asam

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:21 WITA

Satresnarkoba Polres Tojo Una-Una Kembali Ringkus Seorang Pemuda Terkait Dugaan Kasus Sabu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:30 WITA

Resmi Dilantik, KORMI Buol Punya Misi Besar: Sehatkan Masyarakat dan Jaga Budaya Lokal

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Cabdis Pendidikan Wilayah II Pantau Pelaksanaan TKA SMA 2026 di Donggala, Pastikan Evaluasi Berjalan Optimal

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:18 WITA

Dampak Kekeringan Dandim 1308/LB Cepi Kartiwa Buat Pembangunan Sumur Bor Untuk  Masyarakat di Desa Kayoa

Berita Terbaru