Suarautara.com,SITUBONDO — Hutan di wilayah Kecamatan Sumbermalang, Situbondo, Jawa Timur kini tampak gersang dan gundul. Gundunya hutan disebabkan tangan serakah manusia tidak bertanggung jawab.
Curah hujan yang minim selama beberapa bulan terakhir membuat sumber air di pegunungan mengering. Akibatnya, satwa liar kehilangan tempat mencari makan dan mulai mendekati permukiman warga untuk mendapatkan makanan.
Sejak sepekan terakhir, warga Dusun Krajan dan sekitarnya digegerkan dengan kemunculan sekawanan monyet ekor panjang. Kawanan yang diperkirakan berjumlah lebih dari puluhan ekor itu turun dari hutan di lereng pegunungan untuk mencari makanan ke kebun dan sejumlah halaman rumah warga.
”Segerombolan monyet sudah banyak dan sering memanjat genteng dan masuk ke dapur rumah warga hanya mencari makanan, mas. Gerombolan monyet tersebut sudah kehilangan habitat tempat mereka biasanya memperoleh makanan di tengah hutan, namun sekarang hutannya sudah banyak ditebang oleh manusia, maka jangan salahkan pasukan monyet itu mencuri dan merampas makanan warga di desa Telogsari dan sekitarnya ini,” ujar Edy Susanto, pemerhati lingkungan yang juga warga Desa Sumbermalang, Selasa, (14/7/2026).
Menurut warga, fenomena ini baru terjadi tahun ini. Biasanya monyet hanya terlihat di dalam hutan dan tidak berani masuk kampung. Namun karena hutan di atas sudah kekeringan dan banyak pohon yang meranggas dan hutan gundul, mereka terpaksa mencari makan ke bawah.
Kepala Desa Sumbermalang membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan petugas dari BKSDA dan perangkat kecamatan untuk melakukan pemantauan.
”Kami imbau warga jangan memberi makan dan jangan memprovokasi. Biarkan petugas yang menangani agar tidak ada konflik antara manusia dan satwa,” ujarnya.
BKSDA Jawa Timur wilayah Situbondo mencatat, kekeringan juga berdampak pada berkurangnya buah-buahan hutan seperti jambu hutan, ficus, dan pucuk daun muda yang menjadi makanan utama monyet. Jika kemarau berlanjut, potensi konflik satwa dan manusia diprediksi masih akan meningkat.
Hingga saat ini belum ada laporan warga yang terluka. Warga diminta mengamankan makanan, menutup rapat tempat sampah, dan segera melapor ke perangkat desa jika kawanan kembali masuk permukiman.
Pihak terkait berharap hujan segera turun agar hutan kembali hijau dan satwa bisa kembali ke habitatnya.

























