Suarautara.com, Banggai – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Banggai tahun 2026 semakin terasa dengan pemberian berbagai penghargaan kepada para inovator daerah dalam ajang BRISummit.
Salah satu penghargaan bergengsi yang diberikan adalah apresiasi inovasi “Camat Masuk Desa” dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Banggai.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, S.P., M.P., M.M., didampingi Wakil Bupati Banggai Drs. H. Furqanuddin, M.M., Sekretaris Daerah Ir. Moh. Ramli Tongko, S.Sos., M.Si., serta Kepala BRIDA Kabupaten Banggai T. Andi Nur Syamsy Amir, usai pelaksanaan upacara HUT ke-66 Kabupaten Banggai yang dipusatkan di Lapangan Mirqan Halimun, Rabu (8/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peringatan HUT Kabupaten Banggai kali ini juga menghadirkan nuansa kebabasalan yang begitu kental. Hal itu terlihat dari busana adat yang dikenakan para pejabat daerah, mulai dari Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Anwar Hafid, Bupati Banggai Ir. H. Amirudin, Wakil Bupati Drs. H. Furqanuddin, hingga Sekda Banggai Ir. Moh. Ramli Tongko.
Penghargaan inovasi “Camat Masuk Desa” merupakan bentuk apresiasi BRIDA kepada para camat yang dinilai berhasil menghadirkan terobosan dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang langsung menyentuh masyarakat desa.
Program tersebut mendorong para camat untuk aktif turun ke lapangan guna mempercepat penyelesaian berbagai persoalan masyarakat, memantau pembangunan, serta meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
Salah satu penerima penghargaan adalah Camat Toili Barat, Bambang I.P. Abdullah, S.Pd., M.M., melalui inovasi unggulannya CAKRA DESA (Camat Kerja dan Berkantor di Desa). Program tersebut berhasil meraih penghargaan dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Banggai Kluster Kecamatan.
Bambang menjelaskan, inovasi CAKRA DESA lahir sebagai solusi atas kondisi geografis Kecamatan Toili Barat yang membawahi 17 desa.
Melalui program ini, camat bersama jajarannya secara bergilir berkantor langsung di desa-desa untuk memberikan pelayanan terpadu kepada masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan seluruh staf kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat yang turut berpartisipasi dalam pelaksanaan program.
Penghargaan ini adalah hasil kerja bersama. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan CAKRA DESA,” ujar Bambang.
Ia juga mengakui bahwa inovasi yang meraih posisi pertama telah berjalan selama kurang lebih tiga tahun, sementara CAKRA DESA baru berjalan sekitar empat bulan. Meski demikian, program tersebut mampu bersaing dan mengungguli berbagai inovasi dari kecamatan lainnya.
Walaupun masih berada di posisi kedua, kami bersyukur karena CAKRA DESA yang baru berumur empat bulan mampu bersaing dengan inovasi yang sudah lebih dulu berjalan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi,” katanya.
Di akhir wawancaranya, Bambang mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan inovasi baru yang akan diluncurkan pada tahun mendatang.
Insya Allah tahun depan kami sudah menyiapkan inovasi lain yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Camat yang dikenal dekat dengan masyarakat tersebut.(AM’oks69)

























