SUARAUTARA.COM, BUOL – Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Masjid Darul Huda Desa Jatimulya, Kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol saat pengurus masjid bersama masyarakat menggelar peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan prosesi khataman Al-Qur’an oleh para santri TPA Darul Huda, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Imam Desa Jatimulya, Yatimin, dan diikuti empat santri yang berhasil menuntaskan bacaan Al-Qur’an mereka. Keempat santri tersebut yakni:
- Reza Jumivan bin Edi Apriadi
- Moh. Lukman Alif bin Moh. Suhayat
- Rizki Adi Prayuda bin Junaidi Muchsin
- Dewi Arilianti binti Didik Widianto
Prosesi khataman Al-Qur’an tersebut menjadi momen haru dan kebanggaan bagi para orang tua serta masyarakat yang hadir, sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas semangat para santri dalam mempelajari kitab suci Al-Qur’an.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dukungan Anggaran dan Apresiasi Majelis Ta’lim
Sekretaris Desa Jatimulya, Isda Purnama, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Majelis Ta’lim Darul Huda yang telah menyiapkan konsumsi untuk seluruh peserta kegiatan.
“Terima kasih kepada pengurus masjid dan khususnya ibu-ibu Majelis Ta’lim Darul Huda yang telah luar biasa mempersiapkan konsumsi untuk kita semua. Koordinasi yang baik ini menjadi kunci suksesnya kegiatan kita hari ini,” ujar Isda.
Ia juga menyampaikan kabar baik terkait komitmen Pemerintah Desa dalam mendukung kegiatan keagamaan di masa mendatang melalui alokasi anggaran desa.
“InsyaAllah di tahun-tahun mendatang Pemerintah Desa akan ikut andil melalui anggaran APBDes. Kami ingin kegiatan ini lebih terkoordinir dan berkesan sehingga dapat menjadi motivasi bagi anak-anak yang lain,” tambahnya.
Isda menegaskan bahwa dukungan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kegiatan umat Islam, tetapi juga bagi umat beragama lainnya di desa tersebut.
“Komitmen ini juga berlaku untuk umat Katolik, Hindu, dan Kristen agar Desa Jatimulya menjadi desa yang religius sekaligus inklusif,” jelasnya.
Harapan bagi Generasi Qurani
Menutup sambutannya, Sekdes Isda mendoakan agar para santri yang telah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an dapat tumbuh menjadi generasi yang membanggakan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.
“Semoga anak-anak kita menjadi generasi Qurani yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa, serta menjadi motor penggerak bagi kemajuan Desa Jatimulya di masa depan,” pungkasnya.
Momen Kebersamaan Warga
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan santap bersama yang diikuti seluruh undangan, para orang tua santri, serta masyarakat yang hadir. Hidangan yang disiapkan oleh Majelis Ta’lim menjadi simbol rasa syukur sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga Desa Jatimulya.
Peringatan Nuzulul Qur’an ini tidak hanya menjadi momentum religius, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat dalam membangun kehidupan sosial dan spiritual di Desa Jatimulya.[red]
























