Suarautara.com, Buol – Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan pemenuhan ekonomi keluarga di Tengah efisiensi anggaran, Camat Paleleh, Lukman Djupandang, S.Pt, mengajak warga di wilayahnya untuk mulai membudidayakan ayam petelur di pekarangan rumah.
Upaya sosialisasi dan edukasi program sederhana ini ternyata direspon oleh masyarakat, lebih khusus pemerintah desa di wilayah kecamatan Paleleh.
“ saat ini sudah ada lima desa yang menjalankan program ini, ada desa Tolau, Paleleh, Pionoto dan Paleleh serta desa Dopalak. Mereka sudah memulai dalam skala sedang dan sederhana, kemudian di sosialisasikan kepada Masyarakat untuk menggunakan pekarangan sebagai kendang ayam petelur ini,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/3/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Camat Lukman, budidaya ayam petelur skala rumah tangga bisa menjadi solusi cerdas menghadapi kenaikan harga bahan pokok, khususnya telur ayam
“Kita tidak perlu lahan luas. Dengan memulai dengan 10 hingga 20 ekor ayam, warga sudah bisa memenuhi kebutuhan telur sehari-hari, bahkan dijual untuk tambahan penghasilan, kalau saya saat ini ada 23 ekor, produksi tiap hari bervariasi, paling banyak 20 Butir, kalau turun biasa 10 butir telur perharinya,” ujar mantan alumni sarjana peternakan ini.
Ia pun berharap ke depan bagi warga yang ingin menjalankan program ini senantiasa menjaga kondisi kandang, pakan dan manajemen kandang yang higienis. Program ini bekerja sama dengan penyuluh peternakan lokal dan BUMDes ataupun pengurus Koperasi Merah Putih setempat.
Beberapa warga mengaku antusias dengan inisiatif ini. Salah satunya, ibu rumah tangga bernama Sumiati, mengatakan ia tertarik memanfaatkan halaman belakang rumahnya.
“Selama ini lahan kosong di belakang rumah tidak dimanfaatkan. Kalau bisa untuk ternak ayam, kenapa tidak?” katanya.
Lukman mengaku bahwa bibit petelur yang Ia jalankan saat ini berasala dari pembesaran bibit Gorontalo.
Ia berharap dengan adanya percontohan pemanfaatan pekarangan dengan beternak ayam petelur, dapat memenuhi gizi masyarakat dalam pemenuhan protein hewani, juga sebagai usaha ekonomi keluarga terutama untuk penyedia Program pemerintah MBG dan koprasi Desa Merah Putih.
Selain itu, program budidaya ayam petelur ini diharapkan menjadi gerakan kolektif di seluruh desa di Kecamatan Paleleh. Jika berhasil, jelas Lukman, maka pemerintah kecamatan akan mengusulkan replikasi program ke tingkat kabupaten sebagai bagian dari gerakan ekonomi mikro berbasis keluarga.(Red)
























