BUOL, SUARAUTARA.COM — Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo memimpin langsung Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (29/01/2026), di Ruang Rapat Bupati Buol.
Rapat diikuti Wakil Bupati, unsur bidang perekonomian dan pembangunan, OPD terkait, serta para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Buol.
Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan serta kepatuhan terhadap standar operasional, menyusul insiden keracunan yang menimpa 141 siswa di Kecamatan Bunobogu. Menurutnya, MBG merupakan program strategis yang bersentuhan langsung dengan pemenuhan gizi masyarakat, sehingga aspek kualitas, keamanan pangan, dan tata kelola menjadi prioritas utama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Program ini pada prinsipnya berjalan baik, namun tetap perlu penguatan pengawasan dan perbaikan,” ujar Bupati.
SPPG Bunobogu Dihentikan Sementara
Sebagai langkah kehati-hatian, Bupati menginstruksikan penghentian sementara (cooling down) operasional SPPG Kecamatan Bunobogu sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah.
Dari total enam SPPG yang beroperasi di Kabupaten Buol, satu unit dihentikan sementara hingga proses verifikasi dan evaluasi selesai.
Menu, Limbah, dan Koordinasi Jadi Sorotan
Rapat juga membahas berbagai kendala teknis, termasuk perlunya variasi menu agar tetap memenuhi standar gizi sekaligus meningkatkan minat konsumsi penerima manfaat.
Selain mutu makanan, perhatian diarahkan pada pengelolaan limbah dapur. Pemkab Buol mengingatkan SPPG agar mengelola sisa makanan dan sampah organik dengan baik, mengingat operasional dapur MBG berpotensi menghasilkan limbah dalam jumlah besar.
Bupati menegaskan, keberhasilan MBG bergantung pada sinergi seluruh pihak, baik OPD, SPPG, maupun pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan desa.
“Koordinasi harus terus diperkuat agar MBG benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat,” tegasnya.
(Diskominfo)






















