BUOL, SUARAUTARA.COM – Di balik kesibukannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Buol, Wawan Laindjong dikenal luas masyarakat sebagai sosok penggerak kegiatan sosial melalui wadah Bambu Kuning Melapor (BKM).
Warga Kelurahan Kali, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, yang tinggal di kompleks Bambu Kuning ini konsisten menjalankan misi kemanusiaan: membantu masyarakat dalam urusan kedukaan. Lewat BKM, Wawan aktif menginformasikan kabar duka cita warga yang meninggal dunia melalui berbagai platform media sosial, sehingga informasi cepat tersebar dan keluarga yang berduka mendapat perhatian serta dukungan dari masyarakat.
Bagi Wawan, informasi kedukaan bukan sekadar kabar, tetapi bentuk kepedulian sosial agar silaturahmi dan empati antarwarga tetap terjaga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kadang keluarga lagi berduka, mereka butuh bantuan sederhana seperti menyebarkan informasi agar kerabat dan sahabat bisa datang mendoakan,” ungkapnya, Jum’at (30/1/2026) kepada suarautara.com.
Tak hanya itu, Bambu Kuning Melapor kini juga berkembang menjadi wadah penyaluran sedekah kursi plastik. Kursi-kursi tersebut dipinjamkan secara gratis untuk keperluan hajatan duka di wilayah perkotaan Buol, membantu meringankan beban keluarga yang sedang berduka.
Saat ini, BKM juga terus membuka program sedekah kursi plastik yang akan disumbangkan sebagai amal jariyah untuk kemaslahatan umat. Setiap pekan, khususnya hari Jumat, Wawan membuka donasi kursi plastik dari masyarakat luas yang ingin berpartisipasi dalam gerakan sosial tersebut.
Pria berbadan tambun yang dikenal bersahaja dan ramah kepada semua kalangan ini melakoni aktivitas sosialnya dengan penuh keikhlasan. Ayah tiga anak tersebut mengaku mantap menjalani peran sosial ini sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada masyarakat.
“Selama masih bisa membantu, saya akan terus lakukan. Ini soal kemanusiaan,” tuturnya sederhana.
Kehadiran BKM pun dirasakan manfaatnya oleh warga. Di tengah kesibukan masyarakat modern, gerakan kecil seperti ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih hidup di Kabupaten Buol.
Apa yang dilakukan Wawan Laindjong menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus melalui jabatan besar, tetapi bisa dimulai dari kepedulian dan aksi nyata di lingkungan sekitar.[ucan]
























