Tak Ada Penggelembungan, Pemda Touna Tegaskan Harga Lahan Sekolah Rakyat Sesuai Appraisal

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Tim Advokat Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Ishak P. Adam, SH., MH., CLI. (Foto:Ist)

Ketua Tim Advokat Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Ishak P. Adam, SH., MH., CLI. (Foto:Ist)

TOUNA, SUARAUTARA.COM – Ketua Tim Advokat Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Ishak P. Adam, SH., MH., CLI., menegaskan bahwa nilai ganti rugi lahan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Betaua sebesar Rp9,7 miliar merupakan Nilai Penggantian Wajar (NPW) yang dihitung secara independen oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) berlisensi resmi.

Penegasan tersebut disampaikan Ishak saat menanggapi isu dugaan penggelembungan harga lahan yang berkembang di tengah masyarakat, Selasa, (27/1/2026).

Menurutnya, Pemda Touna tidak pernah menetapkan nilai tanah secara sepihak, melainkan melalui mekanisme resmi sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Terkait nilai penggantian wajar tanah, Pemda Touna menegaskan bahwa proses penilaian tidak dilakukan secara sepihak, melainkan melalui mekanisme resmi,” ujar Ishak P. Adam.

Ia menjelaskan, penetapan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat telah melalui prosedur sah berdasarkan Keputusan Bupati Tojo Una-Una. Selain itu, lokasi tersebut juga telah memperoleh assessment dan persetujuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Persetujuan tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 126/HUK/2025 serta Peraturan Menteri Sosial Nomor 7 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Rakyat.

Ishak juga menambahkan, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu. Karena itu, proses pengadaan lahan dilakukan secara hati-hati dan berbasis hukum agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Penilaiannya dilakukan lembaga independen yang memiliki kewenangan, bukan angka yang ditentukan pemerintah daerah,” tegasnya.

Pemda Touna juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu memiliki dasar hukum, serta tetap mendukung pembangunan fasilitas pendidikan demi kepentingan generasi mendatang.[Agung/Red]

Berita Terkait

Aturan Sempadan Jalan Diduga Diabaikan Dinas PUPR Banggai Jangan Tutup Mata terhadap Bangunan di Lapangan
Ketum DPP PROBO Desak Polri Bongkar Aktor Intelektual di Balik Dugaan Penyadapan Presiden Suarautara
BPJS Ketenagakerjaan Touna Salurkan Santunan Rp4,9 Miliar kepada 221 Ahli Waris Pekerja Rentan
Camat Ratolindo Bantah Restui Penggalangan Dana Posko Anti-Narkoba, Warga Diminta Waspada
Satresnarkoba Polres Tojo Una-Una Kembali Tetapkan Tersangka Asal Desa Wakai “atas Dugaan Kasus Sabu”
Demi Aturan Dewan Pers Anggota PWI Banggai dan Jambi Jadi Sorotan di UKW Parimo 27 Wartawan Dinyatakan Kompeten
Bank Sulteng Ampana Perluas Layanan Selama Pemeliharaan Sistem, Transfer Antarbank Tetap Bisa Dilakukan
Menakar Kompetensi Insan Pers Wartawan Banggai hingga Jambi Berkumpul di UKW PWI Parimo

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 13:36 WITA

Aturan Sempadan Jalan Diduga Diabaikan Dinas PUPR Banggai Jangan Tutup Mata terhadap Bangunan di Lapangan

Sabtu, 7 November 2026 - 00:00 WITA

Ketum DPP PROBO Desak Polri Bongkar Aktor Intelektual di Balik Dugaan Penyadapan Presiden Suarautara

Jumat, 6 November 2026 - 18:01 WITA

BPJS Ketenagakerjaan Touna Salurkan Santunan Rp4,9 Miliar kepada 221 Ahli Waris Pekerja Rentan

Jumat, 6 November 2026 - 09:51 WITA

Camat Ratolindo Bantah Restui Penggalangan Dana Posko Anti-Narkoba, Warga Diminta Waspada

Kamis, 5 November 2026 - 10:09 WITA

Satresnarkoba Polres Tojo Una-Una Kembali Tetapkan Tersangka Asal Desa Wakai “atas Dugaan Kasus Sabu”

Berita Terbaru